by

Kurir 54 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Tanjungpinang (HK)- Indra alias In bin Bakri (54), terdakwa dugaan kasus sebagai kurir narkoba jenis sabu seberat 54 kilogram ini, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (2/12/2019).

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Romano SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan
menyebutkan, bahwa terdakwa yang merupakan warga Desa Dendon Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 kilogram atau 5 batang pohon dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram.

“Hal dimaksud sebagai diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar JPU.

Atas tuntutan JPU tersebut, majelis hakim dipimpin Eduart MP Sihaloho SH MH didampingi dua hakim anggota Jhonson Fredy Erson Sirait SH dan Ramauli Hotnaria Purba SH MH memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun penasehat hukum yang mendampinginya untuk mengajukan pembelaan secara tertulis.

Dalam sidang terungkap, kasus berawal Kamis 30 Mei 2019 sekitar pukul 09.00 Wib ketika rekan terdakwa, yakni Jum (DPO) menelpon terdakwa untuk menyuruh berangkat ke Malaysia, tepatnya ke daerah Desaru untuk menerima penyerahan 2 buah tas travel berwarna hitam yang didalamnya berisi 54 bungkus plastik kemasan Teh Cina berwarna kuning bertuliskan Guan Nyinwang yang didalamnya berisi kristal bening narkotika golongan I jenis sabu dengan berat total 54 kilogram dari seseorang yang tidak terdakwa kenal.

Kemudian terdakwa menyanggupi pekerjaan tersebut dengan kesepakatan upah atau ongkos yang diberikan Jum (DPO) kepada terdakwa untuk mengambil sabu dimaksud sebesar Rp20 juta.

Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 Wib, terdakwa dijemput oleh temannya Jum yang tidak terdakwa kenal menggunakan Speed Boat untuk berangkat dan tiba di Malaysia menuju tempat yang telah disepakati di daerah Desaru sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Lalu terdakwa menerima 2 buah tas berwarna hitam yang didalamnya berisi 54 bungkus plastik kemasan Teh Cina berwarna kuning bertuliskan Guan Nyinwang yang didalamnya berisi Kristal bening yang narkotika golongan I jenis sabu dengan berat total 54 kilogram. Setelah itu, terdakwa langsung diantar kembali pulang kerumah terdakwa.

Sebelum sampai ke rumah sekitar pukul 07.00 Wib, terdakwa membawa sabu tersebut ke dalam Pulau Alang Bakau Rt 03 Rw 02 Desa Dendon, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan Provinsi Kepri dengan cara dipikul berjalan kaki, sesuai perintah Jum. Hal itu agar diketahui oleh orang lain.

Setelah terdakwa menyimpan barang tersebut, sekitar pukul 08.00 Wib, terdakwa diantar teman Jum (DPO) yang tidak diketahui nama dan identitasnya untuk kembali ke rumah terdakwa yang tidak jauh dari lokasi dari Pulau tempat menyimpan sabu tersebut.

Kemudian sekitar pukul 21.50 terdakwa ditelepon kembali oleh Jum untuk mengkonfirmasi, apakah 2 tas berisi sabu tersebut sudah disimpan dengan baik sesuai petunjuk yang diberikan. Selanjutnya, Jum memberitahukan bahwa upah sebesar Rp20 juta akan diberikan esok harinya.

Namun, sebelum terdakwa menerima upah tersebut, Sabtu 1 Juni 2019 waktu dini hari terdakwa langsung ditangkap oleh petugas kepolisian Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri di rumah terdakwa.

Hasil interogasi petugas kepada terdakwa, berhasil menyita 2 buah tas berwarna hitam yang didalamnya berisi 54 bungkus plastik kemasan Teh Cina tersebut. Kemudian terdakwa dan barang bukti dibawa Tim ke kantor Subdit V Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. (nel)

News Feed