by

Terminal Bukit Tembak Diminta Difungsikan Lagi

Karimun (HK) – Anggota Komisi 3 DPRD Karimun dari Fraksi Partai Golkar, Wiyono berharap agar terminal Bukit Tembak yang berada persis di depan Pasar Bukit Tembak, Kecamatan Meral bisa difungsikan lagi sebagai tempat turun naik penumpang oplet warna biru yang melayani trayek Tanjungbalai-Meral.

“Jika terminal Bukit Tembak bisa kembali berfungsi, maka otomatis Pasar Bukit Tembak juga akan semakin ramai. Selama ini, saya lihat pasar yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut masih sepi. Padahal, bangunan pasar itu sudah sangat bagus,” ungkap Wiyono di kawasan PN, Kelurahan Teluk Uma, Senin (2/12/2019).

Kata Wiyono, anggaran pemeliharaan terminal Bukit Tembak tetap dikuncurkan melalui Dinas Perhubungan. Sementara, terminal yang sudah dibangun lebih dari 10 tahun yang lalu itu tidak dipakai sama sekali. Terminal itu belakangan hanya dipakai untuk lokasi parkir kendaran roda empat maupun roda dua.

“Pembangunan terminal Bukit Tembak jadi sia-sia belaka. Padahal, tujuan terminal itu dibangun untuk melayani sarana transportasi bagi masyarakat yang ingin berbelanja ke Pasar Bukti Tembak atau Pasar Meral. Namun, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan terminal itu jadi tak bermanfaat,” tuturnya.

Wiyono juga meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun agar lebih tegas menentukan lokasi mangkal trayek oplet warna biru jurusan Tanjungbalai-Meral. Belakangan, oplet warna biru tersebut lebih sering ngetem di dekat pertigaan Bukit Tembak atau depan kantor Pos Meral.

“Kami minta Dinas Perhubungan Karimun harus lebih tegas mengatur trayek oplet di Tanjungbalai Karimun. Seperti menghidupkan kembali terminal Bukit Tembak dengan mewajibkan seluruh oplet menaikan dan menurunkan penumpang di terminal tersebut. Selain itu, oplet juga dilarang ngetem di depan Kantor Pos Meral,” ujarnya.

Agar upaya menghidupkan kembali terminal Bukit Tembak bisa berjalan maksimal, ujar Wiyono, maka Dinas Perhubungan harus menempatkan beberapa personilnya di terminal tersebut dan juga di depan Kantor Pos Meral. Sehingga, mereka bisa mengontrol dan mengawasi ketika ada supir oplet yang membandel.

Rencana penghidupan kembali terminal Bukit Tembak tersebut akan disampaikan Wiyono dalam rapat Komisi 3 nantinya. Jika usulan itu diterima, maka pihaknya juga akan mengusulkan dilakukan hearing dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, selaku salah satu mitra dari komisi 3.

“Wacana ini akan saya sampaikan dalam rapat komisi 3 DPRD Karimun. Kami akan berembuk dengan unsur pimpinan di komisi 3. Jika usulan ini diterima, maka tentu saja kita akan melakukan hearing dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun. Mudah-mudahan wacana ini bisa terwujud,” jelas Wiyono. (ham)

News Feed