by

Budaya Literasi di Kepri Terus Menggeliat

Tanjungpinang (HK) – Perkembangan literasi di Kepri terus menggelit. Kepri dikenal sebagai lumbung sastra di Indonesia. Tahun ini Kepri bisa bersanding bersama provinsi lain di Indonesia dalam hal gerakan literasi.

Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) yang diselengarakan dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tanggal 30 November – 1 Desember 2019 di Gedung Balaikota Pemprov DKI Jakarta, dari provinsi Kepri diundang untuk menerima penghargaan.

Sebagai Tokoh Penggiat Literasi Nasional, Drs. Erman Zaruddin, M.M.Pd, Kakankemenag Kabupaten Bintan dan empat tokoh penggerak literasi nasional lainnya seperti Bupati Tanah Datar (Sumbar), Bupati Grobogan (Jateng), Wakil Walikota Binjai, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumbar telah dianugerahi sebagai penggerak literasi nasional.

Selain nama-nama tersebut di atas, juga diberikan anugerah sebagai Tokoh Penggiat Literasi Daerah Provinsi Kepri, antara lain, Hj. Tengku Aspalinda, S.Pd Guru MTs Negeri Tanjungpinang; Dra. Hj. Ermayati, M.M Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Kepri; Yuni Hasnidar, S.Pd. M.M.Pd Guru MAN Karimun; Ainun, S.Ag Guru SMAN 5 Kundur Karimun, dan Nurhayati, S.Pd Kepsek SMPN 56 Batam.

Mereka disebutkan di atas bersama 69 tokoh penggiat Literasi daerah seluruh Indonesia telah dinobatkan di Jakarta belum lama ini.

Jika menilik sejarah, tahun 2017 hanya ada tiga orang penulis dari Provinsi Kepri yang bergabung dengan Media Guru Indonesia di Sagusabu (Satu Guru Satu Buku). Meningkat pada 2018 menjadi 119 orang dan tahun 2019 melonjak menjadi 681 orang.

“Harapan kami kedepan literasi di Provinsi Kepri semakin maju, semakin banyak yang bisa menulis, karena dengan menulis dapat bermanfaat bagi orang lain dan tentunya bermanfaat bagi diri sendiri,” ujar Tengku Aspalinda yang juga terpilih dalam ajang tersebut.

“Manfaat yang dirasakan terutama bagi guru, pengawas dan fungsional lainnya hasil karya mereka bisa dihitung untuk angka kredit dan beberapa penulis kita sudah menyampaikan langsung hal tersebut ke saya,” ujar Tengku Aspalinda lagi.

“Kami juga mohon dukungan kepala daerah dan pimpinan pemerintahan, supaya kami bisa bergerak lebih baik lagi kedepan untuk memajukan literasi di Provinsi Kepri ini,” harapnya. (r)

News Feed