by

Kaji Rekrutmen Guru dan Kembalikan Lagi SPG

BATAM (HK) – Menangapi hasil survai PISA ini Kepala Sekolah SDN 001 Batam Kota, Yendri Sarman menilai, perlunya membuat kajian akan pola rekrumen guru. Terlebih telah hapusnya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang mengkhususkan utuk mencetak kader-kader guru, karena saat ini banyak guru yang direkrut dari tamatan SMA melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT).

“Kalau guru direkrut hanya tamat UT tentunya pendidikan padagogiknya sangat kurang. Begitu pula kompetensi guru itu sendiri minim sekali. Kalau menurut saya pemerintah perlu mengkaji ulang untuk menghidupkan kembali SPG ini, karena rata-rata saat ini guru terutama dari honorer itu berlatar belakangnya dari SMA,” ujar Hendri Sarman menjawab Haluan Kepri, Senin (9/12).

Hendri juga menilai, bila guru berlatar belakang dari bangku SMA bukan SPG tentunya untuk ilmu keguruaan tidak dimiliki. Belum lagi diperparah kuliah di UT yang hanya seminggu sekali perkulihannya. Selain mengkaji rekrutmen tamatan guru, lanjut Hendri, juga kurikulum nasional (Kurikulum 2013,red) ini perlu ditunjau kembali, karena ia menilai lebih bagus Kurikulum 2006 (KTSP).

“Kita lihat di Kurikulum 2013 (K-13) itu, buku yang dimiliki kelas 1 SD seolah-olah anak masuk SD itu sudah pandai membaca semuanya. Jadi itulah faktornya dilapangan,” jelasnya. Seraya ia menegaskan, terkait literasi siswa, khusus di SDN 001 Batam Kota kegiatan literasi itu sudah berjalan mulai hari Selasa literasi membaca dan menulis, hari Rabu literasi sains, hari Kamis literasi numerasi, hari Jumat litersi keagamaan, dan hari Sabtu litersi kebudayaan. Alhamdulillah program ini sudah saya dan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 2 Batam, Nursya’Bani menanggapi, jika guru sudah melaksanakan tugasnya secara profesional serta sudah memiliki kompotensi yang baik dalam penguasaan pengetahuan, serta mampu mendemonstrasikan kepada siswa menjadikan para siswa benar-benar paham apa yang diajarkan gurunya. Tentunya tidak akan ada lagi survai mengatakan kemampuan siswa dibawah rata-rata akibat dari kompotensi guru kurang.

“Kalau upaya kepala sekolah tentunya berusaha semaksimal mungkin melakukan inovasi, baik meningkatkan prestasi siswa maupun menambah SDM guru dengan cara diikutkan dalam pelatihan -pelatihan maupun magang guru dengan berbagai komptensi. Kalau dikatakan guru masih kurang kompetensi, kemungkinan guru-guru tersebut yang malas belajar. Terkait literasi siswa kurang, saya tidak setuju jusru saat ini kita sedang gencar-gencarnya menjalankan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS),” kata Nursya’Bani lagi. (men)

News Feed