by

42 Santri Ponpes Hidayatullan Karimun Diduga Keracunan Makanan

KARIMUN (HK)-Peristiwa santri yang keracunan makanan kembali terulang di Pondok Pesantren Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, Jumat (13/12/2019).

Penyebab keracunan itu, lagi-lagi karena makanan yang disumbangkan pihak luar selaku donatur. Peristiwa serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi membenarkan peristiwa dugaan keracunan yang terjadi Ponpes Hidayatullah. Menurut dia, sedikitnya, 42 orang santri dibawa ke rumah sakit dan Puskesmas di Tanjungbalai Karimun. Biaya pengobatan mereka di Puskesmas dan RSUD M Sani ditanggung pemerintah.

“Dari laporan yang kami terima, ada sekitar 42 orang santri yang diduga mengalami keracunan, sebanyak 11 orang dirawat di RSUD M Sani, 2 orang dibawa ke Puskesmas Balai dan sisanya dirawat di Puskesmas Meral Barat. Mereka mengalami gejala muntah-muntah, pusing dan diare,” ungkap Rachmadi.

Rachmadi menyebut, peristiwa itu bermula ketika santri di Pondok Pesantren Hidayatullah makan malam bersama usai shalat maghrib, Kamis (12/12) kemarin. Namun, pada Jumat (13/12) ini tiba-tiba santri mulai mengalami pusing, muntah-muntah dan diare. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit.

“Diduga mereka (santri) mengalami keracunan makanan, gejala seperti keracunan itu seperti pusing, muntah-muntah dan diare mulai terlihat pada Jumat sekitar pukul 7 pagi, kemudian secara berturut ada yang mulai merasakan hingga pukul 8 dan 10 tadi. Saat ini, kami tengah melakukan penanganan intensif dengan melakukan proses inkubasi,” jelas Rachmadi.

Menurut dia, dari pasien yang diduga mengalami keracunan makanan itu, dua orang santri mengalami kondisi yang sedikit memburuk. Dua santri, satu laki-laki dan satu perempuan itu saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD M Sani. Sementara, ada diantara yang sebelumnya sempat dirawat sudah dibolehkan pulang.

Dikatakan, pihaknya juga telah mengirim sampel makanan yang dimakan santri tersebut ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam untuk mengetahui kandungan bakteri atau senyawa apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Sebelum hasil tes keluar belum bisa dipastikan penyebab dari dugaan keracunan itu. (ham)

News Feed