by

Mobil Dinas DPRD Karimun Jadi Rongsokan

KARIMUN (HK)-Beberapa unit mobil Toyota Taruna dengan plat polisi warna merah berjejer serampangan di parkiran Kantor DPRD Karimun. Hampir semua mobil keluaran tahun 2000-an awal itu kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagian mobil sudah nampak ringsek. Bahkan, tidak bsia digunakan lagi.

Deretan mobil tersebut merupakan mobil dinas mantan anggota DPRD Karimun periode 2009-2014. DPRD Karimun memang pernah menganggarkan mobil dinas bagi anggota DPRD Karimun pada periode tersebut. Namun, untuk anggota dewan periode 2014-2019 serta 2019-2024 tidak lagi memperoleh jatah mobil dinas karena tidak dianggarkan.

“Untuk anggota DPRD Karimun periode 2019-2024 ini memang tidak disediakan lagi mobil dinas. Kebijakan itu sudah berlaku sejak anggota dewan periode sebelummya. Karena tak ada mobil dinas, maka mereka diberi tunjangan transportasi yang besarannya disesuaikan dengan sewa mobil satu bulan,” ungkap Hera Herma Novianti, Bendahara DPRD Karimun, di ruangan Banmus DPRD Karimun, Selasa, 27 Agustus 2019.

Menurut Hera, berbeda dengan anggota DPRD, tiga orang pimpinan DPRD Karimun masing-masing menerima mobil dinas. Untuk Ketua DPRD Karimun mobil dinasnya jenis Toyota Fortuner, sedangkan untuk dua orang Wakil Ketua DPRD masing-masing menggunakan mobil Toyota Innova.

Dijeskan, mobil dinas pimpinan DPRD Karimun tersebut merupakan mobil sama yang dipakai oleh pimpinan DPRD sebelumnya. Sebab, ketiga mobil dinas tersebut masih dalam kondisi baru. Mobil dinas ketiga pimpinan DPRD itu merupakan pengadaan yang dilakukan pada 2018. Jadi, masih sangat layak pakai.

Terpisah, Ketua LSM Kiprah, Jon Saputra Idrus menyayangkan beberapa unit mobil jenis Toyota Taruna yang berada di parkiran itu dibiarkan begitu saja. Mobil itu merupakan aset milik Pemkab Karimun yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Jika memang mobil itu tidak digunakan lagi, seharusnya mobil-mobil tersebut diperbaiki untuk digunakan dinas lain.

“Mobil-mobil dinas itu dibeli menggunakan APBD. Kalau ditotal nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Kalau mobil-mobil itu dibiarkan begitu saja, maka terindikasi terjadi pemborosan anggaran di Pemkab Karimun. Daripada mubazir, mestinya mobil itu bisa diperbaiki dan dibuatkan berita acaranya untuk digunakan di dinas lain,” ungkap Jon.

Kata Jon, selain diperbaiki untuk digunakan lagi di dinas lain di Pemkab Karimun, masih ada cara lain yang juga lebih bermanfaat. Misalnya, pemerintah setempat juga bisa memperbaiki mobil-mobil itu dan jika kondisinya sudah bagus kemudian dilelang. Uang hasil lelang bisa dikembalikan ke kas daerah. (ham)

News Feed