by

Rumah Lansia di Karimun Direnovasi Kementerian PUPR

KARIMUN (HK)-Ngatinem (75), perempuan renta warga Sidomulyo, RT 01 RW 04, Kelurahan Tanjung Balai, Kecamatan Karimun ini tak kuasa menahan haru ketika rumah kayu yang dihuninya puluhan tahun , akhirnya layak untuk ditempati lagi, Minggu (15/12/2019). Dinding rumah itu sebelumnya dalam kondisi lapuk, sementara atapnya bolong disana-sini.

Ngatinem merupakan wanita lanjut usia dalam kondisi lumpuh. Untuk bergerak, selama ini dia dibantu satu unit kursi roda. Di rumah kayu peninggalan suaminya itu, Ngatinem tinggal bersama anak sulungnya. Sementara, anaknya yang lain pergi merantau ke Batam. Sudah satu
tahun ini dia tidak pulang ke Karimun.

“Saya sangat senang, rumah saya akhirnya bisa ditempati lagi. Di rumah ini sekarang saya tinggal bersama anak sulung. Satu orang anak saya lagi merantau ke Batam. Sejak satu tahun belakangan ini, dia tak pernah berkirim kabar lagi,” ungkap Ngatinem bercerita diatas kursi rodanya.

Rumah Ngatinem merupakan 1 dari 19 rumah warga Kelurahan Tanjung Balai Karimun lainnya yang menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Awalnya, pihak kelurahan mengusulkan 25 unit rumah yang layak untuk direhabilitasi. Namun, setelah diverifikasi hanya 19 unit rumah yang bisa direnovasi.

“Ibu Ngatinem, salah seorang warga kami penerima bantuan stimulan dari Kementerian PUPR. Sebenarnya, untuk tahun ini kami mengajukan 25 unit rumah untuk direnovasi. Namun, setelah melewati verifikasi, akhirnya pemerintah pusat hanya menyetujui 19 unit rumah yang bisa direnovasi. Satu unit rumah menghabiskan anggaran Rp17,5 juta,” ungkap Lurah Tanjung Balai, Azrizal.

Kata Azrizal, pada 2019 ini Kabupaten Karimun menerima program BSPS sebanyak 660 unit rumah. Sedangkan, untuk Kelurahan Tanjung Balai disetujui 19 unit rumah. Pihaknya berharap, agar program serupa bisa dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Sehingga, ada kesempatan bagi warga lain yang bisa menempati rumah layak huni.

Renovasi rumah Ngatinem itu dikerjakan secara bergotong royong antara unsur TNI, Polri dan Kelurahan Tanjung Balai. Mereka secara bersama dan bahu membahu merenovasi rumah yang sudah lapuk itu. Beberapa bagian dinding yang sudah lapuk diganti kemudian dicat baru. Begitu juga plafon dan atap yang bocor diganti dengan atap yang baru.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono mengatakan, renovasi rumah Ngatinem hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Meski belakangan kondisi cuaca di Karimun selalu diguyur hujan, namun pengerjaan renovasi itu berjalan dengan lancar. Sekarang, rumah itu sudah berdiri dengan layak dan Ngatinem beserta keluarganya sudah bisa menempati rumah itu lagi.

“Pengerjaan rumah Ibu Ngatinem membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Tiga unsur pilar kelurahan Tanjung Balai, mulai dari Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan Kelurahan Tanjung Balai bersama masyarakat bergotong royong merenovasi rumah Ibu Ngatinem. Sekarang rumah itu sudah berdiri dengan layak,” ujar Budi. (ham)

News Feed