by

Peneliti: Kelaparan Picu Otak Jadi Lebih Cerdas

Menjelang sore, Anda akan mulai menginginkan kue atau makanan ringan untuk disantap, itu merupakan kinerja dari hormon ghrelin yang membuat Anda merasa kelaparan. Zat kimia ini diproduksi oleh lambung, dan kadarnya akan meningkat ketika Anda melakukan aktivitas tanpa memakan apa pun.

Karena itulah ghrelin dikenal juga sebagai “hormon lapar”. Penelitian terbaru tentang efek dramatis ghrelin pada sel-sel otak menunjukkan bahwa efek kelaparan bisa bikin seseorang jadi lebih cerdas. Karena pada kenyataannya, hormon ini mungkin menjadi bagian penting dalam perawatan di masa depan untuk penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Para peneliti mulai memperhatikan efek ghrelin pada kekuatan otak sejak tahun 2006 ketika sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Neuroscience menunjukkan bahwa tikus yang disuntik dengan ghrelin tambahan meningkatkan kinerja pada memori mereka dan tes pembelajaran sebanyak 40 persen.

Tetapi bukan hanya itu saja, ghrelin mungkin lebih penting daripada hanya meningkatkan kekuatan otak normal. Penelitian lain menemukan bahwa hormon tersebut sebenarnya bisa mencegah sel-sel otak mati.

Jeffrey Davies seorang professor Biomedis dari Universitas Swansea di Inggris telah menghabiskan lebih dari satu dekade untuk mempelajari hormon multiguna ini. Sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menemukan bahwa ghrelin membantu menjaga sel-sel otak tetap sehat pada tikus dengan Penyakit Parkinson.

Kemudian studi lain yang ia terbitkan dalam Journal of Neuroendocrinology pada tahun yang sama menemukan bahwa injeksi ghrelin meningkatkan memori dan orientasi spasial pada tikus dengan Penyakit Alzheimer.

Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi. Mengapa hormon yang membuat Anda lapar juga meningkatkan fungsi otak Anda? Tetapi hal ini masuk akal dari sudut pandang evolusi. Jika Anda adalah hewan lapar di alam liar, Anda harus memiliki mental yang tajam untuk menemukan makanan untuk bisa tetap bertahan hidup. Kehidupan Anda dan keturunan bergantung padanya.

Jika otak Anda mendapat manfaat dari lonjakan ghrelin ketika Anda lapar, apakah itu berarti Anda harus melewatkan sarapan sebelum ujian atau test masuk kerja? Untungnya tidak. Untuk satu hal, sebuah tinjauan tahun 2005 terhadap 47 studi menemukan bahwa makan sarapan dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif. Jangan macam-macam dengan itu!

Efek ghrelin pada sel-sel otak tidak terjadi dalam jangka pendek, kata Nicolas Kunath dari Technical University of Munich kepada New Scientist . Sel-sel otak baru dapat memakan waktu berminggu-minggu untuk mulai bekerja.

Tetapi ada beberapa orang yang menganjurkan pembatasan kalori permanen sekitar 500 hingga 800 kalori di bawah yang biasanya direkomendasikan untuk manfaat kesehatan dan kognitif. Ini tidak mudah (dan tentunya tidak boleh dilakukan oleh mereka yang memiliki riwayat man yang tidak teratur).*

(sumber: okezone.com)

News Feed