by

Perusahaan Milik Benny Tjokro di Ujung Tanduk, Kenapa?

Keuangan dari PT Hanson International Tbk (MYRX) sedang mengalami gangguan. Hal tersebut setelah adanya penarikan dana secara bersamaan oleh nasabahnya (rush).

Rush merupakan kondisi penarikan dana besar-besaran dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi itu biasanya muncul lantaran adanya suatu kabar yang membuat nasabah khawatir atas keamanan dananya.

Kuasa hHukum Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan mengatakan, penarikan dana secara bersamaan dan besar-besaran ini dilakukan sejak Satgas Waspada Investasi meminta kepada perusahaan utnuk menghentikan kegiatan investasi. Hal tersebut membuat banyak nasabahnya panik dan terjadi rush besar-besaran.

“Karena keadaan yang mengakibatkan rush penarikan uang atas tindakan satgas waspada kepada Hanson maka ujungnya cash flow,” ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Bob pun menjelaskan sebenarnya, mitra yang biasa disebut nasabah ini memasukan uangnnya lewat pasar modal. Artinya dana yang ditaruh oleh nasabah ini bukan hanya sekadar menaruh uangnya.

Untuk kasus ini para nasabah menanamkan uangnya ketika Hanson menerbitkan surat utang untuk proyek propeprti. Hanson International sendiri saat ini memiliki dua proyek perumahan.

Pertama Citra Maja Raya yang merupakan proyek perumahan kota baru terpadu hasil kerjasama Hanson dan Grup Ciputra. Kedua proyek properti Millenium City di Serpong.

“Mohon dibantu diluruskan ya. Mitra Hanson yang sering disebut nasabah itu masuk dalam instrumen pasar modal. Bukan sekedar taruh uang. Hanson menerbitkan surat utang, untuk proyek properti. Secara instrumen demikian,” katanya.*

(sumber: okezone.com)

News Feed