by

Petasan Imlek Dilarang Saat Waktu Shalat di Karimun

KARIMUN (HK)-Perayaan Tahun Baru Imlek di Karimun identik dengan pesta kembang api dan petasan. Kemeriahan perayaan tahun baru Imlek 2571akan berlangsung di kota lama, Kecamatan Meral. Untuk menjaga kerukunan antar umat beragama selama berlangsungnya perayaan Imlek, maka seluruh Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Meral menggelar rapat koordinasi, Sabtu (11/1/2020).

Rapat koordinasi Uspika Meral berlangsung di Balai Pemuda Gang Awang Noor, Kelurahan Baran Barat. Rapat yang dipimpin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Meral, Harry Dwi Putra tersebut menghasilkan beberapa butir kesepakatan, diantaranya terkait batas waktu pesta kembang api dan petasan.

“Ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan ini, diantaranya terkait pengamanan lalulintas saat malam perayaan Imlek, kebersihan dan yang paling penting terkait petasan dan pesta kembang api. Warga sepakat petasan dilarang dibunyikan pada saat waktu shalat. Kalau malam mulai dari jam 9 hingga jam 1,” ungkap Kapolsek Meral, AKP Doddy Santosa Putra.

Kata Doddy, kesepakatan itu dituangkan secara tertulis dan akan diedarkan kepada masyarakat. Surat edaran itu nantinya akan ditempelkan di lokasi keramaian seperti pasar, kedai kopi, siskamling, balai pemuda dan titik-titik yang dianggap strategis, sehingga semua masyarakat mengetahuinya.

Menurut dia, jika ada warga yang tidak mengetahui namun melakukan pelanggaran, tahap pertama akan dilakukan pendekatan persuasif. Namun, jika pelanggaran itu sudah mengandung unsur pidana maka akan dilakukan tindakan kepolisian. Doddy mengajak seluruh masyarakat Karimun khususnya di wilayah hukum Meral.

Doddy juga meminta kepada tokoh Tionghoa di Meral agar bisa mengingatkan warganya untuk menaati isi surat kesepakatan yang sudah dibahas secara bersama-sama. Terlebih, soal membunyikan petasan pada jam yang sudah ditentukan. Untuk mengatur kepadatan lalulintas, pihaknya akan memberlakukan jalan satu arah pada hari-hari tertentu dalam rangkaian perayaan Imlek.

Salah seorang tokoh Tionghoa Meral, Acai Lim yang hadir saat itu meminta kerjasama dari seluruh tokoh masyarakat dan pemuda yang ada di Kecamatan Meral agar sama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama, sehingga perayaan tahun baru Imlek di Kecamatan Meral bisa berjalan dengan lancar.

“Tadi kami sudah sepakat kalau petasan ditiadakan pada saat masuknya waktu shalat bagi umat Islam. Petasan juga dilarang dibunyikan di sekitar lokasi tempat ibadah. Petasan yang memiliki daya ledak tinggi juga dilarang, termasuk juga kembang api jangan sampai terbang terlalu tinggi,” ujar Acai Lim.

Rapat koordinasi Muspika Meral tersebut, selain dihadiri Sekcam Meral dan Kapolsek juga dihadiri beberapa lurah diantaranya Lurah Sei Pasir, Lurah Meral Kota, Lurah Baran Barat, tokoh pemuda, LSM dan tokoh masyarakat. (ham)

News Feed