by

Air Danau Sentani Karimun Layak Dikonsumsi

KARIMUN (HK)-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun pada tahun ini mulai memanfaatkan air Danau Sentani sebagai sumber air untuk menyuplai ke rumah pelanggan. Danau Sentani berada di Jalan Poros Karimun, danau tersebut terbentuk bekas galian tambang timah darat di Karimun.

Direktur PDAM Tirta Karimun, Indra Santo mengatakan, tahap awal pemanfaatan Danau Sentani untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi calon pelanggan di Perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK) yang berada di Kelurahan Bukit Tembak, Kecamatan Meral. Rencananya, penyaluran air ke TMK dimulai pada awal Februari tahun ini.

Sebelum air yang berada di Danau Sentani itu digunakan untuk kepentingan masyarakat, PDAM Tirta Karimun telah melakukan uji baku mutu di laboratorium Dinas Kesehatan Batam. Dari hasil uji laboratorium menyatakan, kalau air yang ada di Danau Sentani bersih dan layak untuk konsumsi. Namun, harus dimasak terlebih dahulu.

“Terkait baku mutu air di Danau Sentani, kami sudah membawa sampel air di danau tersebut ke Dinas Kesehatan Kota Batam. Dari hasil uji laboratorium menyatakan kalau air Danau Sentani layak untuk digunakan masyarakat. Selain Danau Sentani, waduk di Pongkar dan Sei Bati juga sudah diuji dan layak konsumsi,” ungkap Indra Santo.

Selain dinyatakan layak konsumsi, air di Danau Sentani juga memiliki kandungan yang cukup banyak. Bahkan, diprediksi air di danau tersebut tidak akan kering meski musim kemarau melanda Kabupaten Karimun. Sebab, Danau Sentani merupakan danau bekas galian timah terbesar di Karimun dan memiliki mata air sendiri.

“Selama ini, kita perhatikan air Danau Sentani tidak pernah kering meski pada musim kemarau. Apalagi, kami sudah melakukan pengecekan, ternyata di danau tersebut sudah terdapat sumber mata air, meski tak besar. Tapi kita tak tahu juga apakah 10 tahun ke depan, setelah air itu kita ambil nanti volumenya bisa berkurang. Mudah-mudahan saja tidak sampai kering,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Indra juga meminta kepada Pemkab Karimun agar menjaga lingkungan di sekitar Danau Sentani, misalnya dengan melakukan pemagaran di sekelilingnya. Kemudian, juga membersihkan areal danau dari berbagai jenis pembuangan limbah, baik itu rumah tangga hingga limbah industri.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi mengatakan, untuk pengujian baku mutu air baru dimiliki oleh Dinas Kesehatan Batam, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam dan Sucofindo. Sementara, Dinas Kesehatan Karimun belum berani melakukan uji baku mutu air karena belum terakreditasi.

“Untuk melakukan uji baku mutu air itu memerlukan peralatan yang canggih. Biayanya juga besar. Dinas Kesehatan Karimun belum mampu untuk melakukan uji baku mutu air karena belum terakreditasi. Kita baru bisa menguji yang ringan-ringan saja. Namun, ke depan kita akan upayakan untuk memiliki laboratorium sendiri untuk menguji baku mutu air,” jelasnya.(ham)

News Feed