by

Dua Pengusaha Mengadu ke Kadin Batam

BATAM (HK) – Dua perusahaan yang bergerak dibidang arang bakau mengadu ke Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Batam. Kedatangan pihak.perusahaan yang diwakili kuasa hukum didampingi oleh Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kepri, Selasa (14/1/2020).

Adapun kedua perusahaan itu ialah PT Anugerah Makmur Persada (AMK) yang beralamat di Dapur 6, Sembulang, Galang dan PT Fortindo Global Mandiri (FGM)yang beralamat di Jembatan 5, Pulau Galang.

Kuasa hukum, PT Anugerah Makmur Persada (AMK), Imanuel Purba mengatakan sebab dia mengadu kepada Kadin Batam adalah karena tiga Kontainer bermuatan arang bakau milik kliennya diamankan oleh tim gabungan dari Satgassus Trisula Bakamla RI, dan Disperindag kota Batam diperairan Batam pada, Rabu (25/12/2019) lalu.

Padahal usaha kliennya itu memiliki surat izin yang lengkap dan sesuai prosedur yang ada, yakni tidak ada masalah. Mulai dari surat menyurat maupun barang yang di ekspornya.

“Bea dan Cukai kan sudah menyatakan bahwa barang yang diekspor oleh kedua perusahaan ini izinnya tidak bermasalah, yakni sudah memenuhi prosedur yang ada, tapi kok Disperindag tetap menahan barang itu,” ungkapanya.

Dikatakannya, bahwa mulai dari diamankannya 3 kontainer milik kliennya itu hingga saat ini pihak Disperidang tidak ada melakukan pemanggilan terhadap kliennya.

Kalau Bakamla itu tugasnya memang berhak untuk melakukan pengamanan jika ada yang mencurigai, tetapi setelah melakukan pengamanan dia serahkan pada instansi terkait, dalam hal ini adalah Disperindag Kota Batam.

“KLHK dan Bea Cukai Batam sudah menyatakan bahwa kliennya saya tidak bermasalah, tapi Disperindag Kota Batam hingga saat ini tidak pernah memanggil klien saya untuk dimintai keterangannya,” tuturnya.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut pihaknya sudah menyurati Disperindag Kota Batam, sebab kedua perusaahan itu izinnya lengkap.

Dalam hal pengamanan barang atau orang seyokyaknya apabila selama dua kali 24 jam tidak ditemukan adanya kesalahan maka harus dipulangkan atau dikembalikan, tapi sampai saat ini Disperindag tetap menahannya.

“Kami sudah menyurati Disperindag pada 7 Januari 2020 lalu, untuk hadir ke Kadin Batam untuk dimintai keterangannya tapi sampai saat ini tidak ada datang, jika sampai nanti malam tidak ada kabar dari Disperindag maka besok akan berkoordinasi dengan Kapolda Kepri,” ungkapnya.

Ketua BPAN Provinsi Kepri, Awaluddin mengatakan informasi yang dia peroleh dari Disperindag Kota terkait hal itu adalah masih tahap lidik, tapi pihaknya juga tidak mengetahui sampai kapan.

“Kemudian saya juga sudah tanyakan kepada kepala Dinas LHK Kepri, dia juga mengatakan kedua perusahaan ini tidak ada masalah, izinnya lengkap,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau saat dikonfirmasi haluankepri.com terkait hal ini belum ada memberikan jawaban. (dam)

News Feed