by

Pekerja KIP Mitra PT Timah Tewas Saat Kerja

Karimun (HK) – Kecelakaan kerja terjadi diatas Kapal Isap Produksi (KIP) Satria Anugrah 1, mitra PT Timah Tbk, Senin (13/1/2020) sekitar pukul 05.15 WIB di perairan Prayun, Kecamatan Kundur Barat. Petugas pencucian aplos yang bernama Aryo Towo (32) tewas terjepit diantara ladder atau di atas pipa isap ke balok kontruksi KIP.

Koordinator Penyelenggara Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Kerja Kabupaten Karimun di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Mujarab Mustafa ketika dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020) pagi membenarkan peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa salah seorang pekerja di KIP Satria Anugrah 1.

Mujarab mengatakan, kronologi peristiwa kecelakan itu bermula ketika pada pukul 05.15, KIP Satria Anugrah 1 berhenti untuk pemeriksaan pompa atau pipa isap indikasi buntu. Selanjutnya, operator penggalian (kapten) melakukan pengangkatan ladder dengan memberikan isyarat 3 kali klakson untuk memberikan intruksi menurunkan jangkar.

“Setelah jangkar turun, ladder dinaikkan oleh operator penggalian dari dalam ruang operator. Setelah ladder terangkat, saudara Ageng Ary Pambudi (rekan pencucian) menetralkan mesin cummin (mesin pompa tanah) dan selanjutnya memeriksa kondisi cutter dan pompa tanah ke haluan KIP melalui sisi kanan,” ungkapnya.

Kemudian, katanya, pada saat kembali ke belakang melalui sisi sebelah kiri, rekan kerja korban tersebut menemukan korban telah terjepit diantara ladder (diatas pipa isap) ke balok kontruksi KIP. Atas temuannya itu,
saudara Ageng melaporkan ke kapten (operator penggalian) dan ke Pengawas Operasional (Supervisor), yakni saudara ,Sugeng.

Selanjutnya, saudara Sugeng sebagai PO melapor ke PT Timah Tbk. Kemudian, petugas K3 dan medis segera ke KIP Satria Anugrah 1 untuk memeriksa kondisi korban. Berdasarkan pemeriksaan dari dokter hiperkes PT Timah Tbk menyatakan, kalau korban meninggal dunia di tempat kejadian.

“Setelah memeriksa kondisi korban, kemudian petugas mengevakuasi korban ke RSUD M Sani untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kami fokus menyelesaikan pengurusan hak-hak korban kepada perusahaan tempat korban bekerja. Sementara, untuk kasus kecelakaan kerjanya ditangani pihak kepolisian,” jelasnya. (ham)

News Feed