by

HMI Cabang Batam Siap Bantu Pemerintah Tutup Lokalisasi Sintai

[
BATAM (HK) – Humpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam siap membanti Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menutup lokalisasi prostitusi Sintai.

Hal itu menanggapi isu yang berkembang saat ini, yakni pasca Polisi berhasil meringkus tiga orang pelaku human trafficking, atau perdagangan manusia dari Bar Chealsea Blok F Sintai Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, pada Selasa (7/1/2020) lalu.

Wasekum PTKP HMI Cabang Batam, Pawas Zunajdi mengatakan HMI Cabang Batam sangat mendukung sepenuhnya keinginan dari komisi IV DPRD Kota Batam untuk menutup lokalisasi yang konon katanya terbesar di Kota Batam.

Batam ini memiliki julukan Kota Madani ternyata memiliki lokasi prostitusi terbesar yang tersembunyi. Dimana pekerja seks komersial beroperasi di Pusat Rehabilitasi Sosial Non Panti Teluk pandan, Tanjunguncang, Batuaji itu.

“Kondisi ini cukup miris. Apalagi ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang diklaim sebagai yang terbesar di Sumatera berada di Tanjung Uncang, yang mampu menampung puluhan ribuah jemaah,” ujar Zunajdi, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, Pemko Batam segera mengindahkan apa yg telah di sampaikan oleh rakyat dan wakil Kota Batam.

“HMI Cabang Batam siap mendukung penuh pemko batam untuk segera menutup lokalisasi ini seperti yang tercantum pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 6 Tahun 2002 Tentang Ketertiban Sosial Di Kota Batam,” tuturnya.

Ketua HMI Cabang Batam, Charlyesman mengatakan kalau batam adalah Bandar Madani yang artinya kota yang beradab. Apalagi visi Kota Batam adalah terwujudnya Kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani Yang Modern.

Visi sebagai Kota Batam sebagai Kota Madani bukan hanya sebagai julukan semata, pembangunan social dan keagamaannya di Batam juga cukup baik.

“Walaupun daerah ini bukan khusus daerah syariat islam, akan tetapit masyarakat melayu yang merupakan penduduk asli di kepulauan ini cukup religius. Jadi buat apa ditengah-tengah Kota Batam dibuat dengan bacaan dengan tulisan madani,” pungkasnya.

Sekretaris Umum HMI Cabang Batam M.Yasin Fahriza juga mengatakan pihkanya siap menghimpun dukungan moril dari setiap lapisan masyarakat untuk mengawal Pemko Batam mengatasi masalah ini dengan solutif.

“Kami mengapresiasi sebesar besarnya kepada kepolisian karna beberapa hari ini sudah mengungkap sindikat penjualan anak dibawah umur dan anggota DPRD komisi IV Kota Batam yang mendukung tutupnya lokasi tersebut,” ungkapnya. (dam)

Sementara itu, sebelumnya Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan untuk penutupan itu harus dilakukan kajian komprehensif dulu.

“Terkait itu harus kita lakukan kajian komprehensif dulu, Ada berapa yang hidup dari situ, berapa gerak ekonominya, harus memikirkan kehidupan warga disekitarnya juga,” cetusnya.(dam)

News Feed