by

Polres Karimun Tangkap Pelaku Judi Hongkong

KARIMUN (HK)-Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun menangkap Eben Manalu (42), satu orang pelaku perjudian jenis Hongkong di kawasan Telaga Harapan, RT 07 RW 02, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Rabu (15 Januari 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono melalui Kaur Bin Ops, Iptu Rustam E Silaban saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Karimun, Kamis (16/1/2020) sore mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas perjudian jenis Hongkong di kawasan tersebut.

“Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar yang melaporkan adanya aktivitas perjudian tebak angka dari masyarakat sekitar. Setelah kami telusuri, ternyata perjudian yang dilakukan tersangka judi jenis Hongkong,” ujar Silaban.

Kata Silaban, judi Hongkong yang dimaksud adalah pelaku menjual nomor 4 angka, 3 angka dan 2 angka kepada masyarakat Tanjungbalai Karimun dengan pemasangan Rp1.000 bisa mendapatkan keuntungan menjadi Rp70.000 jika nomor yang dipasang tersebut keluar. Cara melihat nomor yang keluar melalui internet dengan website Hongkong Poll.

Silaban menyebut, pelaku hanya bertindak sebagai penulis dari aktivitas perjudian jenis Hongkong tersebut. Sementara, kepada siapa uang hasil perjudian tersebut disetorkannya masih dalam pengembangan. Pihaknya juga menelusuri jaringan dari perjudian jenis baru yang muncul di Karimun ini.

“Dari hasil interogasi yang kami lakukan, tersangka mengaku hanya sebagai penulis. Kemudian, kepada siapa uang hasil judi tersebut ditransfer dan siapa saja jaringan yang terlibat dalam perjudian ini, masih kita kembangan. Saat ini kami masih fokus terhadap tersangka ini dulu,” jelasnya.

Sementara, pelaku ketika diwawacara wartawan mengatakan, dia mengaku baru menjalani aktivitas judi jenis Hongkong tersebut baru sekitar 4 bulan ini. Dia mengaku memiliki bos di Batam. Hanya saja, siapa bos di Batam yang dimaksud dan siapa saja jaringannya di Karimun, dia enggan menjelaskan.

“Saya baru empat bulan melakukan ini. Bos saya ada di Batam,” jelas Eben.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antarannya satu lembar kertas bertuliskan angka, 1 buah pena, 1 lembar bukti transfer 2 buah handphone, satu buah buku kecil bertuliskan angka yang diduga nomor pemasangan, uang tunai Rp122 ribu serta dua unit handphone. Pelaku bakal dijerat dengan pasal 303 KUHP. (ham)

News Feed