by

Tergiur Harga Mobil di Medsos, Lesap Rp 10 Juta

Batuaji (HK) – Meski selalu diingatkan agar tak tergiur dengan tawaran harga murah yang tertera di media sosial (Medsos) seperti akun Facebook, namun tetap saja warga hendak membeli yang berujung penipuan.

Seperti yang dialami korban Fanani (49), warga perumahan Mantang, kelurahan Sagulung Kota, Sagulung. Akibatnya korban mengaku kerugian sebesar Rp 10 juta.

Tak terima tertipu begitu saja, korban pun langsung melaporkan dengan membuat laporan ke Polsek Batuaji. Dengan surat laporan tersebut, korban menceritakan, kronologis kejadian dimana awalnya dirinya menerima perteman dari akun bernama Idap Indri. Jadi setelah pertemananya ia terima, pemilik akun itu selalu memosting harga mobil.

Dia juga mengatakan, awalnya dirinya hanya iseng-iseng melihat semua postingan yang bersangkutan dan memang banyak postingan berbagai merk mobil.

“Memang postingannya sangat banyak. Jadi saya melihat ada mobil jenis Nissan Juke, tahun 2012 dengan harganya sangat murah hanya Rp 40 juta,” kata Fanani di kantor Polisi, Jumat (18/1/20) siang.

Karena harga murah, korban pun mencoba menjalin komunikasi melalui Facebook dan berlanjut melalui Whatsapp. Jadi korban dengan pelaku menjalin komunikasi melalui Whatsapp.

Selama berkomunikasi melalui WhatsApp tersebut, korban pun semakin tertarik, karena pemilik akun yang dikenalnya melalui whatshap mengirimkan kondisi mobil melalui whatshap miliknya.

“Kami juga sudah saling telepon. Tetapi melalui WA,” ujarnya kembali.

Dilanjutkan dia, korban mengenal pelaku sejak Desember 2019 awal. Jadi tanggal (15/1/2020) lalu, dirinya pun mengirimkan uang muka sebesar Rp 10 juta.

“Karena saya tertarik, saya pun kirimkan uang muka sebesar Rp 10 juta melalui nomor rekeningnya,” katanya dengan kesal.

Setelah uang muka dikirimkan selama 15 hari, kata pelaku akan sampai ke tujuan, namun hingga sampai saat ini barang malah tak ada alias bohong. Merasa jadi korban penipuan, Fanani pun berharap Polisi bisa mengungkap kasus tersebut.

Sementara, Kanit reskrim Polsek Batuaji Iptu Thetio membenarkan laporan tersebut, akan tetapi susah diungkap karena pelakunya tak tahu keberadannya dimana.

“Benar, tapi hal ini akan kita koordinasikan dengan pihak Polresta Barelang,” katanya dengan singkat. (ded)

News Feed