by

Mahasiswa Amerika Pelajari Budaya Melayu di Desa Penarah

Karimun (HK) – Siapa yang menyangka, Desa Penarah yang merupakan desa kecil di Kecamatan Belat tiap tahun selalu dikunjungi puluhan mahasiswa asal Amerika. Mereka datang ke Penarah untuk mempelajari adat istiadat dan kultur budaya Melayu. Kedatangan mereka juga
untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan pariwisata.

Kepala Desa Penarah, Awaluddin mengatakan, selama 4 tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2020 ini, mahasiswa asal Amerika tak pernah putus mengunjungi desa yang persis berada di depan Pulau Kundur, tepatnya di Kecamatan Kundur Utara. Seperti yang dilakukan 28 orang
mahasiswa Universitas Taylor selama 4 hari ini.

“Kunjungan mahasiswa dan mahasiswi asal Amerika ini, bukan yang pertama kalinya ke Desa Penarah. Mereka sudah berkunjung sejak 2017, 2018, 2019 sampai 2020 ini. Mereka datang ke Desa Penarah melalui Resort Telunas, Kecamatan Moro. Rombongan mahasiswa ini juga turut serta membawa beberapa orang staf Resort Telunas,” ungkap Awaluddin.

Kata Awaluddin, salah seorang perwakilan mahasiswa saat memberikan sambutan mengaku senang berada di Desa Penarah. Mereka terkesan dengan keramahtamahan warga desa setempat. Sebab, kedatangan mereka disambut dengan ritual khusus khas Melayu, yakni tabuhan alat musik kompang.

“Begitu memasuki desa kami, rombongan mahasiswa dan mahasiswi asal Amerika itu disambut dengan kompang. Kedatangan mereka juga disambut dengan keramahtamahan warga desa, mulai dari perangkat RT, RW, Dusun dan BPD terlebih kepala desa dan istri yang memberikan
perhatian khusus sehingga mereka merasa nyaman saat berada di Penarah,” jelas Awaluddin.

Sementara, Camat Belat, Aribowo Hadibroto menambahkan, kedatangan mahasiswa asal Amerika ke Desa Penarah jelas memberikan kontribusi dalam memajukan perekonomian masyarakat setempat. Sebab, selain mempelajari adat istiadat dan budaya Melayu, para mahasiswa itu juga membeli souvenir kerajinan masyarakat yang berasal dari barang-barang bekas.

“Contohnya, mereka membeli souvinir dari barang bekas dan juga tali goni. Barang-barang yang tak berharga itu lagi kemudian dijadikan dalam bentuk gantungan kunci, tutup gelas dan barang keterampilan lainnya, termasuk makanan khas Desa Penarah seperti, Lome Selai, Sagu Lemak, Sagu Rendang, Gobak dan beragam jenis kerupuk,” ujar Bowo.

Menurut Bowo, produk unggulan yang ditampilkan saat kedatangan mahasiswa asal Amerika tersebut merupakan hasil kerajinan ibu-ibu PKK Desa Penarah yang dibina langsung oleh Ketua Penggerak PKK Desa Penarah, Nopianti. Kerajinan tangan khas Desa Penarah itu selalu ditampilkan pada saat acara resmi seperti pada saat MTQ dan juga kegiatan besar lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Sensissiana turut hadir saat kunjungan mahasiswa asal Universitas Taylor, Amerika tersebut. Sensissiana menyebut, kedatangan mahasiswa tersebut akan membuka mata dunia internasional kalau di Karimun terdapat satu desa yang rutin dikunjungi mahasiswa asing setiap tahun. (ham)

News Feed