by

Kapal PT Pelindo Diduga Menjual BBM Secara Ilegal ke Kapal Singapura

BATAM (HK) – Kapal Patroli Kantor Wilayah BC Karimun, berhasil menangkap sebuah Kapal BUMN milik Perusahaan Pelindo Batam, yang kedapatan membawa bahan bakar minyak (BBM) secara Ilegal dan kencing di tengah laut dekat OPL, Senin (20/01), dini hari, di Perairan Pulau Nipah.

Dalam penangkapan tersebut, diduga menjual minyak ke kapal Singapura dengan melakukan transfer BBM, ship to shif di OPL secara ilegal.

Kemudian untuk penanganan didalam temuan maupun penangkapan tersebut, Kapal KT Mili III serta ABKnya, digiring ke Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Untuk dilimpahkan ke KPU BC Tipe B Batam, di Batuampar.

KPU BC Batam, melalui Kepala Bidang BKLI, Sumarna saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Karena, untuk penanganannya sudah dilimpahkan ke KPU BC Batam oleh Kanwil BC Karimun.

“Memang ada, penangkapan itu dilakukan oleh Kanwil BC Karimun, ketika sedang berpatroli di Perairan Pulau Nipah. Kemudian, untuk tindak
penanganannya telah diserahkan kepada kita. Lantaran, TKP penangkapan berada di Wilayah Batam,” sebut Sumarna, Rabu (22/01/2020), pagi.

Dikatakan Sumarna, Kapal PT Pelindo Batam yang melakukan aktivitas ilegal tersebut ialah Kapal KT Sei Deli III, yang melakukan transfer BBM kepada Kapal Singapura, CB Celebes.

“Diduga, mereka itu melakukan aktivitas ilegal ditengah laut. Yaitu, dengan melakukan suatu penjualan minyak secara tidak sah, antar ship to ship,” ungkap Sumarna.

Terkait penangkapan serta penanganan kasus PT Pelindo tersebut, Sumarna pun berjanji jika penanganannya dilakukan secara transparan.

“Tidak ada satupun yang akan kita tutup-tutupi terhadap masalah ini. Meskipun, aksi ilegal itu dilakukan pihak perusahaan BUMN, di Batam,” tegasnya.

Sekarang ini, ucap Sumarna, kapal KT Sei Mili III itu dalam pengawasan pihak KPU BC Tipe B Batam setelah ditangkap oleh kapal Patroli Kanwil BC Karimun. Karena untuk TKP ketika penangkapannya itu berada di Wilayah Batam.

“Untuk penanganan kasus ini, dilimpahkan ke KPU BC Batam. Hingga kini masih kita dalami dan kembangkan. Dan jika nanti sudah selesai BC Batam segera melakukan konfrensi pers,” pungkasnya.

GM Pelindo I Kota Batam, Pasogit Satya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler tidak mau berbicara banyak terhadap penangkapan kapal ini.

“Saya belum bisa komentar. Yang jelas kasus ini masih dalam proses penelitian BC Batam,” sebutnya, singkat.

Dan pihaknya berjanji jika penelitian BC sudah selesai, maka GM Pelindo I Batam dan Kepala Bea Cukai Batam, tentunya akan memberikan keterangan resmi.(vnr)

News Feed