by

Lomba Jong Batam Lirik Wisman

BATAM (HK) – Lomba Jong Batam kembali digelar. Event yang dilaksanakan untuk kali keempat ini juga rencananya akan mengambil lokasi yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni di Pantai Tanjung Mak Dara, Kampung Melayu, Batubesar, Nongsa, pada 14-16 Februari mendatang.

Adapun temanya adalah mari jadikan lomba Jong Batam tahun 2020 sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional di Kota Batam.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Heriyanto mengatakan, digelarnya kegiatan itu untuk melestarikan dan mempertahankan lomba Jong sebagai olahraga tradisional Melayu.

“Lomba jong ini merupakan permainan olahraga tradisional Melayu, kita wajib melestarikannya,” uacap Heriyanto, Kamis (23/01/2020).

Heriyanto menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang no 3 tahun 2005 tentang sistem olah raga nasional, salah satunya adalah pembinaan olah raga rekreasi.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dispora Kota Batam wajib melestarikan Lomba Jong Batam itu. Sebelumnya kegiatan itu rutin dilaksanakan masyarakat setempat Kelurahan Batu Besar.

“Permainan Jong ini merupakan permainan olah raga serumpun Melayu. Awalnya dilestarikan oleh masyarakat setempat kelurahan Batu Besar. Setiap tahun masyarakat membuat kegiatan ini, pantai untuk lomba Jong layak, sederhana, anginnya kencang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pesertanya akan diundang dari Kabupaten di Provinsi Riau dan Provinsi Kepri seperti Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Siak, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Karimun.

Jumlah jong ikut yang tahun ini 1200 jong, satu orang maksimal membawa 30 jong. Sebelum melangsungkan perlombaan, panitia akan meminta arahan kepada warga setempat terkait teknisi acara itu.

“Syaratnya kita harus minta petuah dari orang tua Melayu setempat, enggak bisa dilaksanakan begitu saja. Harus menentukan arah angin dan cuaca,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan event lomba jong itu salah satu dari 137 calender of event tahun 2020.

“Kegiatan itu didorong untuk bisa menarik lebih banyak wisatawan ke Kota Batam. Lomba jong ini juga selain sebagai atraksi wisata juga turut melestarikan permainan tradisional Melayu,” ujarnya.(dam)

News Feed