by

Masyarakat Diimbau Beli Vape yang Ada Pita Cukai

KARIMUN (HK) – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai mengimbau masyarakat agar membeli produk liquid (cairan) vape berpita cukai. Sebab, jika membeli produk vape tanpa pita cukai sama saja membeli barang ilegal.

“Himbauan ini kita sampaikan agar pengguna rokok elektik ini bisa aman dari segala resiko dan kepada para pedagang vape di Karimun sudah kami sampaikan namun ada juga ditemukan sejumlah pegadang nakal yang menjual liquid tanpa pita cukai,” ujar Bagus Hariadi, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun kepada Haluan Kepri, di kantornya, Jumat (24/1) sore.

Bagas menyampaikan, dalam operasi pasar yang dilakukan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) telah menyita sebanyak 222 botol liquid rokok elektrik atau vape tanpa dilengkapi pita cukai.

Ratusan botol liquid vape itu disita dari dua pedagang di Karimun, Kepulauan Riau. Tepatnya dari dua toko di kawasan Pelipit, Kecamatan Karimun dan Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral. Para pedagang diberi peringatan untuk tidak menjual liquid atau cairan vape tanpa pita cukai.

“Kami tengah berupaya menekan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) jenis HPTL (hasil pengolahan tembakau lainnya) berupa liquid vape yang tanpa dilengkapi pita cukai. Di botol atau di karton ada pita cukainya, jadi masyarakat harus melihat ada di karton atau ada di botolnya,” ujar Bagas.

Bagas menjelaskan, penindakan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pengelola vape store. Sekaligus, untuk mendorong mereka agar melekati produknya dengan pita cukai.

“Karena aturannya masih relatif baru, kami masih berupaya melakukan sosialisasi. Penindakan baru akan dilakukan jika sudah mendapat sosialisasi tetapi masih ngeyel menjual liquid vape tanpa cukai,” ujarnya.

Bagas menyampaikan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menegaskan bahwa penjualan liquid vape per 1 Oktober 2018 harus sudah disertai pita cukai. Tarif cukai vape tersebut diatur dalam PMK Nomor 66/2011 dan perdagangan liquid vape dalam PMK Nomor 67/2018. Cairan vape yang mengandung nikotin tetapi tanpa pita cukai akan ditarik dari peredarannya.

Dia menambahkan, pihak KPPBC Karimun tidak ingin vape store yang telah membayar pajak cukai harus bersaing dengan toko-toko yang belum membayar cukai.

“Paling tidak yang kami lakukan ini agar para pengusaha atau penjual liquid vapor lebih aware. Untuk penjual yang sudah patuh, kami lindungi. Kasihan kan mereka yang sudah bayar pajak nanti kalau kalah bersaing dengan yang tidak taat pajak,” sebutnya.

Bagas juga mengimbau para konsumen untuk lebih peduli. Yakni dengan membeli atau memesan liquid vape yang telah berizin dan dilengkapi pita cukai.

“Secara keamanan, produsen yang sudah berizin dan dilengkapi pita cukai tentu sudah mematuhi standar. Konsumen juga diuntungkan dari sisi jaminan produk,” pungkasnya.(hhp)

News Feed