by

Tega, Pria Paruh Baya Ini Sodomi 7 Anak Dibawah Umur

BATAM (HK) – Pria paruh baya pelaku pencabulan anak dibawah umur inisal S berhasil diamankan Ditreskrimum Polda Kepri di Pulau Petong, Galang Kota Batam pada Senin (20/01/2020).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menjelaskan kejadian berawal dari seorang anak perempuan berusia 7 tahun berinisial S mengeluh sakit pada bagian kemaluannya.

“Sebelumnya korban tidak berani menceritakan apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya, karena takut kepada orang tuanya,”ucap Harry didampingi Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto di Mapolda Kepri, Jumat (24/1/2020) siang.

Selanjutnya, pada Jumat (17/1/2020) lalu, orang tua dari inisial S juga mengalami hal yang sama terhadap anaknya, atas kecurigaannya akhirnya orang tua S melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

Mendindaklanjuti laporan dari orang tua korban, tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan.

“Hingga akhirnya, tim berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial S pada Senin (20/1/2020) lalu,” kata Harry.

Sementara itu, kata Arie modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah dengan cara melakukan tipu muslihat serta memberikan iming-iming kepada korbannya.

“Tersangka iming-imingi korban dengan memberikan uang sebesar Rp10 rb kepada korban agar dapat melakukan perbuatan bejatnya dengan tujuan memenuhi nafsu tersangka,” ucap Arie.

Dari pengakuan tersangka, dirinya melakukan pencabulan dengan meraba dan menggesek kemaluan ke beberapa bagian tubuh korban hingga mengeluarkan sperma pada tubuh korban.

Tak berhenti disitu, perbuatan tersangka tetap berlanjut dengan melakukan pencabulan terhadap beberapa anak lainnya di Pulau Petong.

“Atas kejadian yang dialami korban, hingga saat ini mereka mengalami trauma dan takut jika melihat dan bertemu dengan tersangka,” jelasnya.

Untuk korban pencabulan anak dibawah umur ini berjumlah tujuh orang perempuan dengan inisial K (6), A (7), A (5), N (13), S (8), S (7), dan H (9).

Adapun barang bukti yang diamankan, yakni satu kasur yang ditemukan di rumah tersangka, satu helai handuk warna merah milik tersangka, tiga pasang pakaian tersangka dan lima pasang pakaian korban.

Dikatakan, kejadian tersebut menjadi keprihatinan bersama dan selanjutnya pihaknya langsung menerjunkan tim Trauma Healing untuk membantu beban psikologis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban.

“Dihimbau kepada orang tua untuk dapat menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 M. (bob)

News Feed