by

Aunur Rafiq Cek Antisipasi Masuknya Virus Corona di Pelabuhan

Karimun (HK) – Pemerintah Kabupaten Karimun mewaspadai masuknya Virus Corona ke daerah tersebut. Kewaspadaan itu ditunjukan dengan mengecek seluruh wisatawan manca negara asal Malaysia dan Singapura maupun warga Karimun yang baru pulang dari luar negeri di pintu masuk pelabuhan internasional.

Di pintu masuk pelabuhan telah dipasang thermal scanner (alat pengukur suhu tubuh). Bagi suhu tubuh diatas 38 derjat celcius, maka alat pendeteksi di thermal scanner langsung berbunyi. Jika penumpang yang turun kapal memiliki suhu tubuh diatas 38 derjat celcius tersebut, maka akan diobservasi selama 1 jam di pelabuhan.

Untuk memastikan seluruh penumpang kapal asal Malaysia dan Singapura aman dari penularan Virus Corona, maka Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Karimun Bakhtiar Agus Wijayanto turun ke pelabuhan untuk mengecek thermal scanner tersebut, Minggu (26/1/2020).

“Kita sudah koordinasi dengan lintas sektoral, mulai dari KKP hingga Puskesmas untuk mengantisipasi masuknya Virus Corona ke Karimun. Pihak KKP sudah meningkatkan kewaspadaan dengan alat thermal scanner. Semua penumpang kapal asal luar negeri akan dideteksi melalui thermal scanner,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi.

Kata Rachmadi, jika ada suhu tubuh penumpang kapal asal luar negeri diatas 38 derjat maka akan diobservasi dan diteliti riwayat penyakitnya selama ini, atau juga meneliti dari mana saja penumpang tersebut selama ini melakukan perjalanan. Kalau dia berasal dari negara yang sudah terpapar maka akan ditindaklanjuti.

“Ciri-ciri seseorang yang terinveksi Virus Corona tersebut adalah dia memiliki panas tinggi dengan suhu diatas 38 derjat. Selain panas demam, penderita juga mengalami flu, batuk, sakit kepala dan sesak nafas radang paru . Kalau memang ditemukan penumpang dengan ciri-ciri tersebut, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk diisolasi,” jelasnya.

Menurut Rachmadi, saking tingginya tingkat kewaspadaan pemerintah daerah Karimun terkait masuknya Virus Corona ke daerah tersebut, sampai-sampai seluruh pedatang dari luar negeri yang masuk ke Karimun dipasang alert card (kartu kewaspadaan). Sebab, Karimun merupakan salah satu daerah berpotensi karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

Hingga saat ini, kata Rachmadi, Karimun masih dinyatakan aman dari penularan Virus Corona. Memang beberapa hari yang lalu, pernah dicurigai satu orang penumpang kapal asal luar negeri yang memiliki suhu panas yang tinggi. Namun, ketika dilakukan observasi ternyata yang bersangkutan negatif terkena Virus Corona.

“Memang, virus itu pertama kali ditemukan di Cina, tapi sekarang sudah menyebar ke Singapura dan Malaysia. Artinya, kita mewaspadai negara yang terkonfirmasi positif Virus Corona. Alhamdulillah, sampai sekarang Karimun masih aman dari penularan masuknya virus tersebut,” pungkasnya.

Kata Rachmadi, Karimun tetap waspada tapi jangan terlalu khawatir. Menurut dia, penularan Virus Corona dari manusia ke manusia dengan perantara udara. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat, meski Karimun masih dinyatakan aman dari penularan Virus Corona. Namun, masyarakat tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (ham)

News Feed