by

Oknum Guru di Karimun Cabuli 2 Muridnya

Karimun (HK) – Seorang oknum guru di Karimun inisial AR (52) tega mencabuli dua orang muridnya, masing-masing berusia 13 dan 16 tahun. Perbuatan terkutuk itu dilakukan pelaku di dalam toilet sejak Maret 2019. Ironisnya, perilaku bejat dilakukan pelaku usai mengajarkan ilmu agama kepada murid-muridnya.

Peristiwa itu berawal pada Maret 2019, pada saat pulang korban menyalami pelaku. Saat itu, pelaku langsung mengajak korban ke arah toilet. Disana, pelaku berbuat tidak senonoh. Usai berbuat begitu, pelaku kemudian memberi uang Rp100 ribu kepada korban sembari mengatakan kejadian itu hanya mereka berdua yang tahu.

Kejadian tersebut terus berlangsung hingga beberapa kali. Terakhir, pada 14 Januari 2020 pelaku kembali mengajak pelaku ke toilet yang sama. Namun, pelaku mengelak dan langsung pulang. Merasa kesal, pelaku kemudian mengirim ancaman kepada korban melalui pesan WhatsApp akan menyebarkan kepada orang lain kalau korban sudah tak suci lagi.

Merasa mendapat ancaman, korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada guru di sekolah. Begitu mendengar cerita anak muridnya, guru sekolah kemudian memanggil orang tuanya dan menceritakan apa yang dialami anaknya. Guru tersebut meminta kepada orang tua agar melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Kini pelaku telah meringkuk di sel tahanan Mapolres Karimun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih akan terus mengembangkan kasus tersebut, apakah masih ada korban lainnya. Saat ini, berdasarkan keterangan pelaku, korbannya baru 2 orang. Korban satu lagi merupakan mantan muridnya.

“Kejadian ini berlangsung sejak Maret 2019 hingga Januari 2020 ini. Hubungan antara pelaku dan korban merupakan guru dan murid. Perbuatan itu dilakukan di toilet. Berdasarkan pengakuan tersangka, korbannya sebanyak 2 orang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono saat eskpose kasus tersebut, Senin (27/1/2020).

Kini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Karimun. Atas perbuatannya, ia dijerat pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ham)

News Feed