by

Warga Tanjungbatu Ditemukan Terapung Dekat Dermaga BC Karimun

KARIMUN (HK)-Tangis Eka Mawarti pecah ketika melihat jenazah bapaknya, Asrin (64) terbujur kaku di ruangan pemulasaraan jenazah RSUD M Sani Karimun, Selasa (28/1/2020) sore. Asrin ditemukan warga mengapung di perairan dermaga Kantor Bea Cukai Karimun atau persis di tangga pelantar samping bekas pujasera Pinang Sebatang.

Jenazah Asrin pertama kali terlihat oleh warga mengapung di dekat dermaga Kantor Bea Cukai Karimun sekitar pukul 14.15 WIB. Jenazah tersebut dalam kondisi tertelungkup. Bagian punggung tanpa jelas terlihat karena bagian atas baju yang dipakainya terbuka hingga bagian leher.

Asrin merupakan warga Bukit Tiung, Tanjungbatu Kota. Sudah dua hari ini dia menghilang. Pihak keluarga sudah mencarinya ke berbagai tempat, namun tak kunjung ditemukan. Jika selama ini dia pergi dari rumah, biasanya dia pergi ke makam ibunya. Namun, saat hilang kemaren dia juga tidak kesana.

“Sudah 2 hari ini beliau pergi. Saya dan ibu sudah mencarinya, namun tak kunjung ditemukan. Biasanya, kalau menghilang dari rumah dia pergi ke makam ibunya. Namun, ketika kami cari kesana dia tak ada. Kami jadi bingung,” ungkap Eka Mawarti, putri kedua Asrin di RSUD M Sani Karimun.

Eka menyebut, selama ini bapaknya itu mengalami sakit kejiwaan. Pihak keluarga sudah mengobatinya, baik itu secara medis maupun melalui orang pintar. Namun, ketika obat dari dokter sudah habis sakit bapaknya itu suka kambuh. Ketika kambuh, korban suka bepergian kesana kemari.

Semasa hidup, Asrin tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia hanya sering bolak-balik ke Malaysia dengan kerja serabutan. Ketika dia mulai mengalami gangguan kejiwaan, bapaknya itu lebih sering tinggal di rumah anak sulungnya di Bukit Tiung. Disana juga tinggal istri korban bersama kerabat yang lain.

“Saya dan bapak itu tak satu rumah. Beliau tinggal dengan mamak (ibu) dan abang serta kakak ipar saya di Bukit Tiung. Siang (dua hari lalu) dia pergi ke rumah adiknya. Disana dia sudah mau tidur. Tiba-tiba dia bangun. Ketika saya lihat dia bangun, saya kejar. Dia bawa kantong plastik. Dia jalan kaki sedangkan saya bawa motor tapi dia tak terkejar,” cerita Eka.

Eka terus mencari kebedaraan bapaknya itu hingga sore. Bahkan, pencarian terus berlanjut ke makam ibu dari bapaknya itu. Namun, yang dicari tak kunjung ketemu. Dirinya tak menyangka bakal menemukan sosok bapak yang dicarinya itu sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi yang mengenaskan.

“Selama ini, setiap mau pergi kemanapun dia tak pernah pamit. Makanya, kalau beliau ini menghilang dari rumah, kami sibuk mencari kian kemari. Biasanya, bapak ini kalau pergi paling ke rumah adiknya atau ke kuburan ibunya. Tapi kemaren kami betul-betul tak tahu dia pergi kemana,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait temuan mayat laki-laki di dermaga Kantor Bea Cukai Karimun tersebut. Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono ketika dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian belum bersedia memberikan keterangan.(ham)

News Feed