by

Masih Diisolasi, Dua Pasien Suspect Corona di RSHS Bandung

Dua pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung Jawa Barat yang diisolasi karena diduga terjangkit virus corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV), mengalami perkembangan.

Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS, dr. Yovita Hartantri, SpPD-KPTI, menjelaskan dua pasien yang diantaranya warga China dan warga asal Dago Bandung masih berada dalam ruang isolasi.

Yovita mengatakan, Selasa (28/1/2020)timnya sudah melakukan pertemuan klinis dan melihat langsung pasiennya di ruang RIKK.

“Jadi pasien masih dalam kondisi kemarin, yang satu dari China yang satu pulang dari Singapura,” ujar Yovi di RSHS Bandung.

Untuk pasien asal China, menurutnya, sudah mengalami perbaikan kondisi klinis, mulai dari demam hingga penurunan rasa nyeri pada tenggorokan.

“Nah, kondisi terakhir yang dari China dalam kondisi baik,” katanya.

Hasil pemeriksaan laboratorium pasien ini juga dianggap menunjukkan progres positif. Lalu, dari pemeriksaan tidak ditemukan keluhan lain. Hasil laboratorium juga baik.

“Demikian juga untuk pasien yang kedua, hasil klinisnya juga stabil walaupun masih terpasang alat bantu pernapasan. Namun kondisi pasien sudah sadar, ada kontak. Lalu kondisi tekanan darah, pernapasan baik, demam juga tidak ada, dengan hasil laboratorium juga sudah menunjukan ke arah perbaikan,” jelasnya.

Pasien asal China merupakan laki-laki dewasa diketahui datang ke rumah sakit pada hari Minggu 26 Januari 2020 membawa surat rujukan dari RS Kawaluyaan dan tertulis dalam rujukannya adalah varingitis akut atau infeksi saluran pernapasan akut.

“Pasien keduanya laki-laki, yang satu warga negara China ini berumur 35 tahun, yang kedua laki-laki berumur 25 tahun orang Indonesia. Yang pertama sedang bekerja di Jawa Barat ada satu perusahaan,” Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS, dr. Yovita Hartantri, SpPD-KPTI.

Pasien asal China ini, menurutnya, terindikasi terkena serangan virus ketika yang bersama teman-temannya pulang dari Sincuan China dalam rangka liburan.
“Terakhir dia pulang liburan, dari lima temannya hanya dia setelah pulang dari Sincuan, muncul demam di kepala dan (sakit) menelan,” katanya.

Sedangkan untuk pasien asal Dago, tercatat memiliki catatan medis penyakit epilepsi dan menjalani pegobatan ke Singapura. “Dia kembali dari Singapura. Jadi pasien ini penderita epilepsi memang sering kejang dan berobat ke Singapura. Lalu kembali dari sana ada demam dan batuk, lalu pada 25 Januari dia tidak sadar,” kata Yovita.*

(sumber: vivanews.com)

News Feed