by

Menyelami Makna Bismillah

Bismillahirrahmanirrhaim apakah termasuk ayat AlQur’an? Jawabannya pasti karena terdapat dalam QS.  al-Naml/27:30. Namun dalam surah al-Fatihah apakah bismillah termasuk ayat AlQur’an, Imam Malik menyebutkan bismillah tidak perlu dibaca karena bukan termasuk bagian dari Surat al-Fatihah. Imam Hambali menyebutkan bismillah termasuk bagian dari ayat al-Fatihah tetapi membacanya secara sir (rashasia), dan Imam Syafi’i berpendapat bismillah termasuk ayat dari surat al-Fatihah dan dibaca jahr pada tempatnya saat shalat jahr dan dibaca sir pada tempat bacaan shalat sir.

Bi dalam kata bismillah berarti dengan, mestinya ada kata penyambungnya, bukan hanya menggunakan kata dengan saja, karena jika diartikan akan menjadi dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi maha penyayang.

Tetapi apanya yang disebutkan, kalau nama Allah itu Maha Pengasih, lagi Maha Penyanyang. Untuk memudahkan dalam memahami makna ini, maka dapat dicontohkan ungkapan sebagai berikut; Apa Kabar bu? Jawabnya “baik”, maka disini ada sisipan yang terbuang. Jadi, sisipan yang ada dalam kalimat tersebut adalah kabar saya hari ini baik.  kabar saya hari ini itulah bentuk sisipan yang sesuai, begitu juga dengan Nama Allah yang Pengasih dalam surah al-Fatihah, tentunya ada sisipannya, sisipannya menurut Quraish Shihab adalah saya memulai pekerjaan ini dengan  nama Allah yang Maha Pengasih, saya memulai membaca, saya memulai menulis, saya memulai bekerja dan seterusnya.

Pendapat ulama yang lain mengenai sisipan yang sesuai dengan kata ini antara lain adalah  dengan kuasa Allah, dengan pertolongan Allah yang Maha Pengasih, Apa tujuan dari penyisipan dalam makna ini tujuannya adalah agar tertanam dalam diri manusia, bahwa Allah maha kuasa, manusia hamba yang lemah.

Kenapa dalam bismilah ada menyebut Nama Allah, tidak menggunakan langsung dengan Allah, kata al-Ismu, adakah tujuan yang tersirat dari peletakan kata al-Ismu dalam kata tersebut? Disinilah pentingnya mengapa menyebut Nama Allah itu penting, karena manusia didunia tidak mengenal Allah, maka untuk memudahkan mengenal Allah agar menyebut nama Allah, menyebut nama Allah disini tujuannya adalah lil tashhil (untuk memudahkan) untuk memudahakan manusia menyebut Tuhannya, alasan lain dari penyisipan kata al-Ismu adalah lil ta’qid (untuk mengukuhkan) agar hati manusia memiliki tautan yang kokoh ketika menyebut nama Allah. Tujuannya dari menamai asma Allah ini adalah agar manusia bisa meneladani sifat Allah sesuai dengan kemampuannya sebagai makhluk.

Al-Rahman artinya pengasih, pelimpah kasih seluruh makhluk. Seluruh mahluk diberikan kasih sayang  Allah. Adakah makhluk yang kasih sayangnya melebihi Allah, jawabnya tidak ada. Maka, jika manusia menggantungkan kepada selain Allah siap-siap saja kecewa, agar manusia tidak kecewa maka sebaiknya menganntungkan segala urusan hanya kepada Allah, sebagaimana terdapat dalam QS. al-Ikhlas/112:2 artinya Allah lah tempat bergantung, bergantung untuk semua kebutuhan dan keperlauan. Maksud bergantung disini adalah kaitanya dengan hati manusia agar senantiasa bergantung kepada Allah semantara fisiknya tetap berusaha dan tawakkal.

Apa yang paling cepat didunia ini, secara logika yang paling cepat dalam diri manusia adalah fikiran, sehingga jika seseorang misalnya besuk pagi akan pergi umrah, maka malam ini pikirannya sudah melintas kemana-mana, apa yang dikerjakan disana, bahkan semua agenda sudah ada dalam lintasan pemikiran sebelum sampai pada tempat yang dituju, pikiran bisa dianggap positif apabila lintasan yang dipikiran masih dalam batas normal. Namun, lintasan pikiran akan menjadi jebakan yang jatuh kepada nafsu angan-angan panjang jika lintasan pikiran tersebut liar dan tidak bisa dikendalikan. Apa yang terbayang ketika memaknai Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyanyang, kasih sayang Allah yang tidak terbatas, sebagai manusia tentu  memiliki gambaran yang berbeda-beda dalam memaknahi kasih sayang Allah.

Sifat Rahman Allah di dunia adalah ibarat sesorang yang memiliki kolam yang besar, didalamnya terdapat berbagai jenis binatang laut. Maka, ketika memberikan makan kepada berbagai jenis binatang tersebut, tidak dipilih, semua binatang yang ada di dalam laut diberi makanan. Itulah gambaran sifat rahman Allah, Allah memberikan nikmat dan kebaikan kepada seluruh makhluknya di dunia ini apakah ia beriman atau tidak beriman. Tetapi, nanti saat tiba yang dipilih hanya yang enak dimakan dagingnya, yang pilih hanya ikan yang tidak banyak durinya. Begitulah nanti di hari kiamat Allah nanti akan pisah-pisahkan jenis-jenis ikan itu seperti memisahkan jenis-jenis nafsu manusia yang dipilih Allah hanya yang beriman dan beramal shaleh.

Berkaitan denga hal itu, Rasulullah bersabda dalam hadits riwayat Muslim no 2752 artinya; Sesunggguhnya Allah SWT, memiliki 100 Rahmat, Allah menurunkan darinya satu Rahmat kepada jin dan manusia, hewan ternak dan seranggga. Maka dengan satu rahmat tersebut mereka saling mengasihani, dan saling menyayangi dan dengannya binatang buas mengasihi anaknya. Dan Allah SWT mengakhirkan 99 Rahmat pada hari kiamat yang dengannya hamba-hamba Allah saling berkasih sayang. Curahan kasih sayang Allah secara aktual telah digambarkan dalam hadits tersebut diatas, Allah mencurahkan rahmat kepada seluruh makhluk ciptaanya karena memang Ia memiliki sifat tersebut, karena al-Rahman itu artinya adalah Allah mencurahkan rahmat-Nya.

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa al-Rahman itu merupakan sifat Allah dengan mencurahkan rahmatnya hanya sementara kepada seluruh makhluk ciptaannya di dunia. Denga demikian, jika ada yang memahami dengan pemahaman rahmat Allah di dunia ini disempitkan, sehingga jika ada orang yang sedikit maksiat langsung dihukumi sebagai orang yang dimurka Allah sebenarnya tidak sejalan dengan hadits tersebut di atas.

Pendapat lain yang berkaitan dengan jangan menyempitkan rahmat Allah di dunia ini adalah sabda  Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Jundub artinya “Datang arab Badui maka menderum untanya kemudian ia mengikatnya, kemudian shalat dibelakang Rasulullah, ketika Rasulullah selesai shalat dia mendatangi untanya kemudian melepaskan ikatannya dan mengendarainya kemudian menyeru “Ya Allah rahmati aku dan Muhammad dan jangan Engkau rahmati selain kami seorang pun juga”, maka Rasulullah berkata apakah kamu berkata ini sesat atau untanya? Apakah kalian tidak mendengar apa yang dia katakan? Para shahabat menjawab, ”Iya”. Rasulullah bersabda “Sungguh dia telah menyempitkan rahmat yang luas, sesungguhnya Allah menciptakan seratus rahmat, maka Allah menurunkan satu rahmat yang denganya para makhluk saling mengasihi, para jinnya dan manusianya dan hewan ternaknya dan Allah mengakhirkan yang ada di sisinya 99 rahmat, apakah kalian mengatakan dia sesat atau untanya.

Benarkah orang yang mendapatkah musibah atau bencana karena adanya maksiat, karena murka benarkah sifat rahman Allah telah mengalahkan murkanya? Jawabnya dikembalikan kepada individu masing-masing. Tetapi rahmat Allah tidak sesempit pandangan hambanya.

Al-Rahmin artinya penyanyang yang berlaku hanya untuk orang-orang yang beriman di akhirat kelak. Allah hanya memberikan kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Dalam contoh ikan tersebut seseorang hanya memilih ikan-ikan yang dapat dimakan dagingnya, bahkan ikan-ikan tersebut tentu akan dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Begitulah gambaran singkat sifat Rahim Allah di akhirat Allah akan kelompokan manusia sesuai dengan amal perbautanya.

Berkaitan dengan kasih sayang Allah bagimana kalau seseorang mau berbuat jahat kemudian membaca bismillah. Kalau sudah membaca bismillah kemudian manusia tersebut tetap berbuat jahat, berarti bacaan bismillah-nya tidak masuk ke dalam hati, bacaan bismillah-nya hanya di lisan, sebab dengan kekuatan kasih sayang Allah mestinya tidak jadi berbuat jahat, sebab seseorang yang mau berbuat jahat, kemudian ingat kebesaran Allah tentu akan mengurungkan niatnya sehingga tidak berbuat kejahatan. Jika seseorang sudah membaca bismillah tetapi masih juga melakukan kejahatan berarti seseorang tersebut sudah tertutup dari sinar rahmat kasih sayang Allah.

Bagaimana mempraktekkan makna bismillah dalam kehidupan sehari-hari? Konsep bismillah dalamkehidupan sehari-hari dapat diartikan dengan memulai untuk memberi, sehingga seseorang akan memulai mengucapkan salam terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas salamnya. Seseorang akan memulai menyapa terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas sapaannya. Seseorang akan menebarkan senyum terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas senyumannya. Seseorang akan mengasihi terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas pemberiannya. Seseorang akan memulai memperhatikan terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas memberikan perhatiannya.

Seseorang akan peduli terlebih dahulu, dan orang lain yang akan membalas kepeduliannya. Dalam kehidupan sehari-hari siapakah yang memberi senyum terlebih dahulu, apakah suami yang memulai memberi senyum ataukah  istri memulai memerikan senyum. Apakah bapak yang memulai memberi senyum ataukah  anak memulai memerikan senyum. Apakah tetangga yang memulai memberi senyum ataukah diri kita memulai memerikan senyum. Dan apakah atasan yang memulai memberi senyum ataukah  bawahan memulai memerikan senyum. Itulah evaluasi memaknahi basamalah yang patut menjadi renungan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep bismillah itu menanam dahulu panen kemudian, konsep bismillah itu menanam dahulu baru menuai. Konsep bismillah itu memberi dahulu makanan kepada ayam, baru menerima telor dari ayam. Bukan kebalikannya hanya mengharap telor dari ayam tetapi tidak mempedulikan ayamnya. Kalau hanya mengharap kebaikan dari seseorang sementara tidak mau berbuat baik maka ia hanya mau berharap telor tetapi tidak memberi makan ayam.

Bismillah itu bukan hanya doktrin, your working in the name of Allah, engkau bekerja, berbuat atas nama Allah. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih, Pengasih berarti memberi terlebih dahulu, Pengasih berarti menolong terlebih dahulu, Pengasih berarti tersenyum terlebih dahulu, Pengasih berarti memberi perhatian terlebih dahulu, Pengasih berarti memberi penghargaan terlebih dahulu,

Pengasih berarti memulai untuk memberikan kebaikan terlebih dahulu. Bukti nyata mempraktekkan amalan bismallah adalah disaat masuk lift, kepada sesama yang tidak dikenal, apakah diri kitaterkebih dahulu yang menyapa orang lain ataukah orang lain yang terlebih dahulu menyapa dalam mempraktekkan makna bismillah dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a’lam. ***

News Feed