by

Terkait PT MIPI, Gempar Kepri Terus Bersuara

Bintan (HK) – DPP Gerakan Muda Terpelajar (Gempar) Kepri terus bergerak dalam menyuarakan aspirasinya berkenaan dengan PT Mangrove Industrial Park Indonesia (MIPI) yang diduga mengangkangi sejumlah aturan berinvestasi di Indonesia.

Kali ini, aksi DPP Gempar Kepri mendatangi Kantor BP Kawasan Bintan di Jalan Raya Tanjunguban Km 16 Desa Toapaya Selatan, Kamis (6/2) pagi.

Meski disambut pejabat BP Bintan untuk berdiskusi diruangan rapat. Namun, penjelasan-penjelasan teknis yang disampaikan para pejabat tersebut tak membuat Gempar Kepri puas. Mereka pun walk out sebagai simbol kekecewaan.

“Kenapa kami keluar? Karena, jawaban dari BP Bintan, tidak sesuai yang diinginkan. Kami datang ke sini (BP Bintan) untuk mempertanyakan izin yang dikeluarkan kepada PT MIPI. Masak cuma izin gudang, tapi bisa melakukan ekspor,” ungkap Korlap DPP Gempar Kepri, Jasman.

Ia dan kawan-kawannya menyuarakan ketegasan pihak terkait untuk menyikapi persoalan PT MIPI yang memang menjadi buah bibir masyarakat Kepri beberapa pekan terakhir.

Senada dengan Jasman, rekannya Pandi Ahmad mendesak agar Ketua BP Kawasan Bintan mundur dari jabatannya karena dianggap lalai dalam menjalankan fungsinya.

“Karena kami duga, ada unsur kesengajaan untuk membiarkan PT MIPI melakukan aktifitas ekspor,” katanya.

Sementara itu, Plt Ketua BP Kawasan Bintan Mohammad Saleh Umar mengatakan, kewenangan BP Bintan itu hanya sekedar memberikan pengawasan agar sesuai dengan wilayah perizinan usaha yang diberikan pihak perusahaan terkait.

“Kalau soal ada aturan lain terkait izin lainya itu aturanya langsung dari Pusat. Kita hanya tinggal menjalankan saja aturan yang ada itu disini,” kata Saleh Umar.

Sebelumnya Gempar Kepri juga pernah menyuarakan hal serupa di Kantor Bupati Bintan. Bahkan, pasca aksi itu beberapa himpunan mahasiswa juga melakukan aksi serupa di Kantor DPMPTSP Bintan.

Bahkan, menyikapi banyakan desakan publik Pemkab bersama DPRD dan instansi terkait lainnya melakukan pertemuan membahas nasib PT MIPI.

Lagi-lagi, PT MIPI tetap dibela dengan dalih keramahan terhadap investasi. Sampai sejauh ini, Pemkab Bintan masih menunggu jawaban kementrian terkait soal nasib PT MIPI.

PT MIPI merupakan perusahaan pengekspore meubeler, sejauh ini PT MIPI memiliki gudang di Jalan Nusantara Km 23. Hanya saja, karena membutuhkan lahan usaha yang luas, managemen PT MIPI membangun gedung-gedung besar dikawasan Galang Batang yang padahal menabrak peraturan rencana tata ruang wilayah (RTRW). (oxy)

News Feed