by

Revitalisasi Pasar Puakang Telan Rp 1,3 Miliar

Karimun (HK) – Pemerintah Kabupaten Karimun bersiap merevitalisasi pembangunan pasar seken Puakang, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun pada 2020. Alokasi anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Perdagangan dengan nilai total Rp 1,3 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, M Yosli menjelaskan, pembangunan pasar tempat penjualan pakaian bekas/seken ini sebagai bagian dari program pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat ini bakal segera dilakukan proses lelang.

“Setelah kami turun melakukan pengecetakan terakhir kondisi pasar selanjutnya dilakukan proses lelang. Pagu anggarannya sebesar Rp 1.353.931.450 dengan lama pengerjaan sekitar 7 bulan. Akhir 2020 pekerjaan ditarget selesai dan pasar segera dioperasionalkan,” ujar Yosli, Minggu (10/2).

Yosli mengatakan, setelah pemenang lelang nanti diumumkan sekitar bulan Maret, langsung dilakukan proses pekerjaan dan sementara para pedagang akan ditempat di penampungan sementara.

“Untuk teknis nya kita telah melakukan koordinasi dengan pihak Perusda Karimun dan dalam waktu dekat bakal kita lakukan pertemuan dengan pedagang. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” ujar Yosli

Sementara itu, terkait pembangunan pasar seken puakang nantinya, Sri Rezeki Anggota DPRD Karimun mengingatkan dan meminta agar proses revitalisasi bisa dilaksanakan tanpa mengurangi kegiatan ekonomi para pedangang di pasar tersebut.

“Kalau bisa aktivitas pedagang jangan sampai terganggu. Kalau bisa untuk sementara bisa dicarikan tempat bagi para pedangang untuk berjualan sementara pasarnya direvitalisasi. Selain itu sebisa mungkin harus memilih rekanan yang benar-benar berkualitas agar tak putus kontrak di tengah jalan,” tandasnya.

Yosli menyampaikan, program revitalisasi pasar di Kabupaten Karimun secara bertahap akan terus dilakukan dengan menggunakan DAK pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementrian Perdagangan, dan APBD Kepri.

“Tahun 2019 kita telah bangun dan siapkan pasar Sawang di Kecamatan Kundur Barat dengan dengan anggaran sebesar Rp 1,4 Miliar dari dana DAK 2019 dan telah diresmikan oleh bapak Bupati Karimun pada Senin (13/1) 2020 kemaren,” ujar Yosli.

Ia juga melaporkan, untuk revitalisasi pasar lainya, juga telah selesai diresmikan pemakaian Pasar Mutiara Tanjungbatu, Minggu (2/2) oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Untuk revitaliasai Pasar Mutira, Pemerintah Kabupaten Karimun telah menggelontorkan dana sebesar Rp 15 miliar. Proyek pembangunan pasar terpadu secara multiyears dikerjakan PT.Inco Sakti dengan konsultan pengawas PT. Batam Structural Engineers.

Sementara dari APBD Provinsi Kepri juga telah diresmikan pasar Teluk Uma di Kecamatan Tebing menggunakan anggaran tahun 2019 lalu.

Sementara Bupati Karimun DR H Aunur Rafiq menyampaikan dan, berharap program revitalisasi pasar dari pemerintah pusat bisa berlangsung berkelanjutan di Bumi Berazam karena saat ini terdapat beberapa pasar tradisional yang mendesak untuk direvitalisasi, karena dalam keadaan 50 persen rusak dan kumuh.

“Kami berharap, ke depan, pemerintah pusat juga mau membantu merevitalisasi pasar tradisional tersebut karena pasar ini menjadi sarana vital bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. (hhp)

News Feed