by

Bupati Karimun Minta Swasta Kelola Wisata Air Terjun Pongkar

Karimun (HK) – Bupati Karimun, Aunur Rafiq, sudah meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang lama, Zamri untuk mendata dan mengevaluasi potensi yang ada di objek wisata air terjun Desa Pongkar. Namun permintaan itu belum dilaksanakan karena keterbatasan pagu indikatif anggaran, sampai akhirnya Bupati Rafiq melakukan reshuflle pimpinan OPD.

“Saya sudah mintakan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun. Mungkin karena keterbatasan pagu indikatif anggaran, maka belum terlaksana. Kemaren saya sudah lakukan reshuflle dan nanti kepala dinas yang baru ada semangat baru sehingga objek-objek wisata menjadi sasaran kita dalam rangka menjadikan Karimun destinasi wisata,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq juga berharap adanya anggaran dari Provinsi Kepri serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk membenahi objek wisata air terjun Desa Pongkar tersebut. Selain itu, dia juga berharap adanya ketertarikan dari pihak swasta untuk mengembangkan potensi objek wisata disana.

“Beberapa waktu yang lalu, pihak PHRI juga sudah bertemu dengan saya. Mereka membicarakan, ke depan PHRI sebagai pengelola objek wisata atau aset-aset pemerintah daerah dengan sistem pemanfaatan dan nantinya bakal ada hasil yang bisa diperoleh dari kedua belah pihak, antara pemerintah daerah dengan PHRI,” jelas Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq mencontohkan, objek wisata air terjun memang aset Pemkab Karimun namun ketika dikelola dengan baik oleh PHRI maka tentu ada hasil yang akan didapatkan. Begitu juga di objek wisata Pantai Pelawan, disana ada homestay yang dibangun oleh pemerintah daerah. Namun, ketika semua objek wisata itu dikembangkan dan dipelihara PHRI akan mendatangkan hasil yang lebih baik.

“Kalau ada swasta yang mau menggarap itu, dengan sistem penggarapan aset kita ya silakan. Ini tentu akan menambah PAD kita dan juga bisa dikelola lebih profesional oleh swasta. Kita butuh juga dorongan dari media untuk mempublikasikan bahwa kita memiliki objek yang dimiliki oleh pemerintah dan dikelola oleh pihak swasta,” terangnya.

Aunur Rafiq sebelumnya memiliki mimpin akan membangun kebun binatang kecil (mini zoo) di sekitar Air Terjun Pongkar, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing pada 2017 lalu. Niat itu disampaikan saat mengunjungi air terjun Pongkar pada Februari 2016 dengan membawa serta sejumlah pimpinan OPD di Pemkab Karimun.

Karena posisi air terjun Pongkar berada di kawasan hutan lindung Gunung Jantan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan di Jakarta untuk meminjam pakai hutan lindung sebagai lokasi wisata seperti yang sudah dilakukan di kawasan wisata Tangkuban Perahu.

Aunur Rafiq menyebut, selain membangun kebun pihaknya juga akan membangun wahana outbond di sekitar air terjun Pongkar tersebut. Sehingga, para pelajar maupun instasi lain yang akan melakukan kegiatan outbond bisa dilakukan di Karimun. Pihaknya, juga akan menata objek wisata pendakian Gunung Jantan.

“Kami akan mengembangkan konsep wisata terpadu mulai dari wisata alam air terjun, pendakian Gunung Jantan, outbond dan kebun binatang. Wacana ini baru sebatas perencanaan. Nantinya, kami akan membentuk tim yang akan dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwasata untuk mewujudkan rencana ini,” kata Rafiq kala itu.

Menurutnya, penataan wisata alam di Karimun bertujuan untuk menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) Karimun dari sektor pariwisata. Dalam wejudkan impian itu, Pemkab Karimun akan membuka kesempatan kepada swasta untuk bisa menjadi pihak ketiga dalam membangun destinasi wisata Karimun. (ham)

News Feed