by

Warga yang Terduga Corona Dirawat di RSUD M Sani Karimun

KARIMUN (HK)- Seorang warga Kabupaten Meranti berjenis kelamin perempuan terduga terjangkit virus Corona, kini dirawat di ruang isolasi (salah satu ruangan khusus) di RSUD M Sani, Karimun. Pasien sudah dirawat sejak Jumat dan hingga kini masih dalam pengawasan ketat tim medis.

“Memang, ada satu pasien yang kita lakukan observasi, kita isolasi di RSUD M Sani. Pasien itu orang Rangsang, namun berobat ke Karimun. Ciri-ciri yang dimiliki pasien memang menyerupai n-Cov (Novel Corona),” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi saat dikonfirmasi, Senin (10/2/2020).

Kata Rachmadi, pasien tersebut datang dari Malaysia ke Karimun pada 30 Januari lalu. Namun, yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala demam sehingga tidak terdeteksi oleh thermal scanner. Namun, sewaktu di Malaysia dia pernah mengalami demam tinggi dan sempat minum obat penurun panas.

Begitu sampai di Karimun, pasien tersebut pergi berobat ke klinik swasta, namun selama pengobatan yang bersangkutan tidak mengalami perubahan. Hingga akhirnya, pada Jumat akhir pekan lalu dia berobat ke IGD RSUD M Sani. Kemudian, ditanya riwayatnya dicurigai mengarah ke n-Cov.

“Karena dilihat riwayatnya dicurigai mengarah ke n-Cov, maka mau tak mau harus diperlakukan seperti kasus n-Cov,” jelasnya.

Menurut Rachmadi, lebih bagus segera diantisipasi daripada kecolongan. Kalau tidak diantisipasi dan ternyata dia benar n-Cov maka akan menjadi resiko. Penanganan yang dilakukan sesuai dengan SOP. Pasien ditempatkan di ruang isolasi RSUD M Sani. Ruangan tersebut bekas poli darah dan terpisah dari ruangan lainnya.

“Pasien kita tempatkan di ruang isolasi yang representatif. Ruangan itu dulunya bekas poli darah. Di ruangan itu kita sediakan 3 sampai 4 kamar. Pasien tersebut kita pantau terus hingga 14 hari lamanya,” ujar Rachmadi.

Saat ini, pihak rumah sakit sudah mengambil sampel untuk dikirim ke Jakarta. Sampel baru dikirim pada Senin ini. Di Indonesia untuk menguji sampel Corona baru bisa dilakukan di Jakarta.

“Pasien baru suspect n-Cov dan belum diketahui hasilnya seperti apa, karena hari ini baru dikirim sampelnya ke Jakarta,” pungkas Rachmadi. (ham)

News Feed