by

Pilbup Karimun Melalui Jalur Independen Sepi Peminat

KARIMUN (HK)-Pesta pemilihan kepala daerah di Karimun semakin dekat. Pilbup Karimun akan dihelat pada 23 September 2020, secara serentak dengan daerah lain di Indonesia. Balonbup Karimun dari partai politik sudah mulai mendaftar di masing-masing parpol. Namun, hingga kini tak terlihat geliat dari calon independen atau perseorangan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, Eko Purwandoko memprediksi, sepertinya tak ada peserta pemilihan Bupati Karimun 2020 yang maju melalui jalur perseorangan. Sebab, masa penyerahan persyaratan bagi peserta Pilbup Karimun dimulai pada 19 hingga 23 Februari 2020 ini. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda peserta yang akan menyerahkan persyaratan.

Kata Eko, untuk majunya pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati melalui jalur perorangan, syaratnya harus mampu mengumpulkan sebanyak 17.051 fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) ditambah surat pernyataan dukungan plus foto dari masyarakat yang menyatakan dukungan kepada calon tersebut.

“Sampai sekarang, kami belum melihat tanda-tanda adanya peserta yang akan maju melalui jalur perseorangan. Sebab, hingga hari ini tak ada yang menghubungi kami terkait penyerahan persyaratan calon independen. Kalau memang ada, tentu saja jauh-jauh hari mereka mulai sibuk mempertanyakan soal persyaratan yang akan diserahkan,” ungkap Eko.

Hanya saja, kata Eko, selama musim Pilbup Karimun 2020 ini, memang ada 3 pihak yang datang ke kantor KPU di Jalan Poros, baik secara langsung maupun melalui perwakilan untuk mempertanyakan apa-apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk maju dalam pilkada melalui jalur perseorangan.

Menurut dia, tiga orang yang berencana memiliki niat untuk maju melalui jalur perseorangan itu diantaranya mantan Ketua DPRD Karimun, HM Asyura, imam masjid Karimun Syarifudin dan salah seorang politisi dari PAN. Mereka ada yang datang secara langsung dan ada yang diwakili oleh utusannya.

“Setelah kami jelaskan semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan maju melalui jalur perseorangan, akhirnya mereka memahami. Namun, kenyataannya sampai sekarang tak ada yang menghubungi kami lagi. Saya rasa yang membuat mereka berat untuk maju melalui jalur perseorangan itu adalah pengumpulan fotokopi KTP dan surat pernyataan itu,” jelasnya.

Dijelaskan, fotokopi KTP itu harus lebih dari 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada di suatu daerah. Jika Kabupaten Karimun memiliki 12 kecamatan, maka pasangan tersebut paling sedikit harus bisa mengumpulkan fotokopi dari 7 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Karimun. (ham)

News Feed