by

RUPSLB, PT Timah Ganti Direksi dan Komisaris

JAKARTA (HK) – M Riza Fahlevi Tabrani kembali terpilih sebagai Direktur Utama PT Timah. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (10/2/2019).

Selain itu, Agung Pratama ditunjuk menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi menggantikan Alwin Albar yang posisinya digeser menjadi Direktur Pengembangan Usaha.

Direktur Utama Timah, Riza Pahlevi mengatakan pergantian direksi ini sebagai salah satu langkah perusahaan untuk penyegaran dan juga mengejar tantangan pada 2020 ini.

“Operasional kedepan akan banyak hal yang akan kita lakukan dari sisi eksplorasi cadangan sampai pada proyek hilirisasi. Perlu ada pergerakan yang cepat agar kami bisa lebih baik kedepan,” ujar Riza dalam keterangannya persnya di Hotel Borobudur, Senin (10/2).

Riza mengatakan, RUPSLB diselenggarakan atas permintaan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT Inalum (Persero) selaku pemegang saham yang memiliki 65 % saham PT Timah Tbk.
“Dalam Tata tertib RUPS Luar Biasa disebutkan agendanya adalah Pergantian Pengurus ( Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT Timah Tbk) sesuai dengan surat Pemegang saham PT INALUM (Persero) No 1528/L.Dirut/XII/2019 tertanggal 20 Desember 2019 perihal permintaan penyelenggaraan RUPS luar biasa,” ujar Riza.

Riza menyampaikan, Pemegang saham juga mengangkat lima Direksi baru yang akan menjalankan operasional PT Timah Tbk ke depan.

Kelimanya adalah Wibisono (Direktur Keuangan), Agung Pratama Direktur (Operasi dan Produksi), Alwin Albar (Direktur Pengembangan Usaha), Purwoko (Direktur Niaga), dan Muhammad Rizki (Direktur SDM).

Tiga nama terakhir adalah Direktur lama, hanya Alwin Abrar yang dipindahkan dari jabatan sebelumnya, Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Pengembangan Usaha.

“RUPS hari ini telah terjadi perubahan pengurus PT Timah dimana ada pergantian dewan komsaris dan direksi. Perubahan direksi bagian dari upaya untuk penyegaran dan percepatan dari kegiatan usaha,” ucap Riza.

3 Jenderal

Sementara dari press release yang disampaikan, Dari komposisi tersebut, 3 nama Dewan Komisaris yang baru saja dilantik sedikit menarik perhatian karena berasal dari kalangan TNI dan Kepolisian. Mereka adalah M. Alfan Baharuddin (Komisaris Utama), Satriya Hari Prasetya (Komisaris) dan Bambang Sunarwibowo (Komisaris).

Ketiga nama tersebut ternyata memiliki latar belakang yang berbeda.
M Alfan Baharudin merupakan seorang purnawiraman TNI Angkatan Laut, yang sempat menjabat sebagai Komandan korps TNI AL pada tahun 2009 hingga 2012. Ia juga sempat menjabat sebagai kepala Badan SAR Nasional pada tahun 2012 hingga 2014.

Dilihat di laman Wikipedia, Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) M. Alfan Baharudin lahir di Medan, 30 Mei 1956. Ia adalah seorang purnawirawan TNI lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1981.

Dia adalah mantan Komandan Korps Marinir TNI AL dan Kepala Badan SAR Nasional. M. Alfan Baharudin juga pernah menjabat Wakil Komandan Paspampres.

Kemudian, Satriya Hari Prasetya merupakan purnawiraman perwira tinggi Polri. Pada 2013-2014, ia sempat menjabat sebagai Kapolda Jambi. Setelah itu, ia juga sempat menjabat sebagai Deputi Bidang Intelijen Ekonomi Badan Intelijen Negara (BIN).

Satriya, lulusan Akpol 1982 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Karo Kerma KL Sops Polri. Selain itu, beberapa jabatan yang pernah ditempatinya adalah Kabid Hubanlem Set NCB Interpol (2006-2008), Karo Ops Polda Bali (2008-2009), Wakapolda Jambi (2009-2010), Karo Renmin Bareskrim Polri (2010-2013) dan Kapolda Jambi (2013-2014).

Lalu Irjen Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, M.Hum, lahir di Malang, Jawa Timur, 24 Mei 1966. Bambang adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 13 Agustus 2018 menjabat sebagai Deputi IV Badan Intelijen Negara (BIN) Bidang Ekonomi Intelijen.

Lulusan Akpol 1988 ini sebelumnya menjabat sebagai Sahlisosek Kapolri. Bambang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Magetan, Kapolres Tulungagung (2008), Wakapolwil Madura (2009), Karo Renbang Polda Banten, Kabagrengarta Rojemengar Srena Polri (2010), Karojemengar Srena Polri (2014) dan Asrena Kapolri (2016).(hhp)

News Feed