by

Warga Karimun Pulang dari Cina Dikhawatirkan Bawa Virus Corona

Karimun (HK) – Wabah virus corona mulai menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Karimun. Setelah adanya seorang pasien perempuan yang suspect virus corona dan kini menjalani perawatan di RSUD M Sani Karimun. Kali ini, beredar lagi informasi ada warga Karimun usia 20 tahun yang baru pulang dari Cina dan mengalami demam.

“Dia biasa antar anak les di sekolah (menyebutkan salah satu sekolah). Ada tetangganya yang bilang kalau si A pulang dari Cina. Waktu pulang dia tak diperiksa Karantina. Dia datang dari Wuhan, Cina lewat Jakarta kemudian lewat Batam baru masuk ke Balai,” ungkap salah seorang warga Karimun yang tak mau namanya ditulis.

Kata warga itu, sejak kepulangannya dari Cina, apalagi yang bersangkutan selalu mengantar anaknya les ke sekolah, orang tua merasa khawatir terhadap kesehatan anak-anaknya di sekolah. Pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat Karimun tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi sudah mengambil langkah cepat menjawab keresahan masyarakat. Begitu menerima informasi soal kepulangan warga Karimun dari Cina itu, pihaknya langsung mendatangi yang bersangkutan dan memeriksa kesehatannya. Sejauh ini, kesehatan warga tersebut masih baik.

“Kami sudah mendatangi dan memeriksanya. Dia memang dari Cina tapi bukan dari Wuhan. Kami sudah melakukan pengawasan soal warga tersebut. Pengawasan yang kami lakukan sesuai dengan standar operasional prosedur dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Rachmadi via ponselnya, Kamis (13/2/2020).

Kata Rachmadi, warga tersebut berusia 20 tahun, dia sampai di Cina pada 8 Desember 2019 untuk melanjutkan pendidikan di Cinan Provinsi Santong. Selama sekolah, dia tinggal di asrama. Selama di Cina, warga tersebut tidak pernak kontak dengan orang sakit dan juga tidak pernah kontak ke tempat penjualan hewan.

“Warga tersebut pulang ke Indonesia pada tanggal 8 februari 2020 melalui Thailand. Kemudian, tanggal 9 Februari menuju Jakarta. Pada tanggal 12 februari, dari Jakarta menuju Batam dan langsung ke Karimun. Hasil pemeriksaan tim kami tadi pagi dengan hasil suhu 36.5, tensi 165/ 87. Dia tidak batuk, tidak ada sakit tenggorokan dan tidak ada sesak napas,” jelasnya.

Menurut dia, warga tersebut sudah diobservasi namun hanya di rumah saja, karena dia tidak mengalami demam. Pengawasan dilakukan setiap hari, apakah mengalami demam atau tidak. Jika dalam kurun waktu 14 hari warga tersebut dalam keadaan baik, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak ada masalah.

“Dia tetap observasi terus, tapi hanya di rumah saja, karena dia memang tidak sakit. Kita awasi dia tiap hari. Kalau dalam waktu 14 hari aman-aman saja, berarti tak ada masalah. Kecuali, dia memang berasal dari Wuhan, maka kasusnya pasti akan berbeda. Dari riwayat perjalannya, dia memang bukan dari Wuhan,” pungkasnya. (ham)

News Feed