by

Ahliwaris Sebut, Almarhum Sarinah Meninggal Bukan Karena Tanah Longsor

BATAM (HK) – Ahliwaris Almarhum Sarinah, mengatakan bahwa Sarinah itu meninggal dunia bukanlah disebabkan oleh kejadian tanah longsor yang terjadi di belakang pasar induk Jodoh, Kelurahan Tanjung Uma pada 29 Desember 2019 lalu.

Hanya saja dia meninggal dunia bertepatan pasca kejadian dari tanah longsor tersebut, sehingga beredarlah pemberitaan di media masa bahwa akibat tanah longsor itu ada yang meninggal dunia.

“Isu dan pemberitaan yang mengatakan almarhum nenek Sarinah itu meninggal karena tanah longsor beberap waktu lalu itu tidak benar,” ucap ahliwaris almarhum tersebut melalui kuasa hukumnya, Immanuel Sinaga kepada haluankepri.com Jumat (14/2/2020) di Lubuk Baja.

Dikatakan Immanuel, bahwa dia juga membantah dengan statetmen ketua BPKPDPD Kepri, Edi Susilo yang dimuat dimedia ini dalam demo yang diadakannya di depan kantor Walikota Batam pada 17 januari 2020 lalu.

“Adapun pernyataan Edi Susilo itu adalah bahwa akibat dari tanah longsor itu ada yang meninggal dunia, hal itu tidak benar dan pihak ahliwaris merasa keberatan dengan pernyataan itu. Sebab nenek itu meninggalnya bukanlah disebabkan tanah longsor, tapi waktunya saja bersamaan,” bebernya.

Sementara itu, ketua Persatuan Pemuda Inhil (PPI) Kota Batam, Rasidi mengatakan almarhum itu adalah asal Inhil dan pelaksanaan fardu kifayahnya juga difasilitasi oleh paguyuban PPI Kota Batam.

“Salah satu bukti bahwa nenek itu meninggal bukan karena tanah longsor itu adalah, tempat tinggal nenek itu dari kejadian tanah longsor itu berjarak dan juga tidak apa-apa, yakni tidak terkena oleh dampak tanah longsor tersebut,” ucap Rasidi.

Sebagaimana diketahui tanah longsor itu adalah tanah timbunan di belakang pasar Induk Jodoh itu adalah milik dari PT Usaha Karya Jaya Makmur. Akibat dari kejadian tersebut puluhan rumah warga setempat rusak parah dan tidak lagi bisa ditempati.(dam)

News Feed