by

Arungi Hutan Menuju Air Terjun di Tengah Belantara Karimun

Karimun (HK) – Masyarakat Karimun selama ini hanya mengenal air terjun yang berada di Desa Pongkar. Air terjun yang berada di pintu rimba Gunung Jantan itu, sudah menjadi salah satu destinasi unggulan di Karimun. Namun, tak ada yang menyangka di tengah belantara negeri “Bumi Berazam” itu terdapat air terjun yang jauh lebih mempesona.

Air terjun tersebut berada di tengah hutan lindung pegunungan Karimun. Airnya jernih dan sejuk. Sumber mata air berasal dari puncak Gunung Betina atau ada juga masyarakat Karimun menyebutnya Gunung Maimunah. Untuk mencapai air terjun ini tidaklah mudah. Pengunjung harus melewati lebatnya rimba belantara.

Di sepanjang aliran anak sungai, sebenarnya terdapat beberapa air terjun. Hanya saja, antara satu air terjun dengan lainnya tidak saling berdekatan. Diantara satu air terjun memiliki keindahan masing-masing. Karena saat ini Karimun dilanda musim kemarau, maka debet air terjun tersebut jauh berkurang.

Air terjun di tengah hutan Karimun itu terbentuk karena adanya cerukan diantara dinding batu cadas. Di tengah dua cerukan dinding yang lumayan tinggi itu, menyembul air dari atas. Di bawahnya sudah terbentuk kolam secara alami berbentuk bulat. Dasar kolam terdiri dari pasir dan batu gunung.

Cukup sulit untuk mencari keberadaan air terjun tersebut. Sebab, hingga kini belum tersedia akses jalan masuk untuk menjangkau lokasi itu. Sebab, untuk menuju kesana harus mendaki bukit dan melewati lembah. Lebatnya hutan belantara ditambah rapatnya semak belukar atau resam menjadikan lokasi itu sulit dijangkau.

Memang, ada beberapa warga Karimun yang pernah mencapai lokasi itu. Rata-rata mereka adalah penggiat alam bebas. Para penjelajah rimba, akan senantiasa mencari spot-spot baru yang mungkin saja belum pernah dijajal oleh manusia. Semakin jauh mereka masuk ke dalam, maka makin banyak ditemukan keindahan di tengah hutan.

Lima orang anak muda, penggiat alam bebas di Karimun yang tak pernah putus melakukan petualangan ke tengah-tengah rimba belantara Karimun sejak beberapa bulan terakhir, diantaranya Sandi, Haikal, Randi, Jhonny dan Ilham pada Sabtu (15/2/2020), sepakat mencari spot petualangan baru.

Berbekal logistik seadanya, namun dengan peralatan “tempur” yang lengkap, kelimanya mulai mengarungi hutan dari penghujung utara Pulau Karimun Besar. Mereka sepakat akan berhenti di spot yang menarik. Jalur yang dilalui cukup berat, diantara cadasnya batu granit hingga terjalnya tebing gunung yang curam.

Menelusuri anak sungai di lembah pegunungan Karimun merupakan salah satu pilihan menuju lokasi air terjun. Anak sungai yang dangkal di musim kemarau, menjadi rumah bagi tanaman lumut hijau. Permukaan batu akan dibungkus oleh gumpalan lumut. Sehingga, batu yang dipijak akan berubah menjadi licin.

“Tak banyak yang tahu lokasi ini. Air terjun di tengah hutan Karimun ini memang sangat indah. Namun, untuk mencapai lokasinya butuh perjuangan yang berat. Jika menempuh perjalanan dari jalan raya, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai disini,” ungkap Sandi, salah seorang penggiat alam bebas di Karimun.

Menurut Sandi, sebenarnya dia ingin air terjun ini dieskplor agar diketahui oleh masyarakat banyak dan tentu saja menjadi destinasi wisata baru di Karimun. Hanya saja, karena lokasinya berada di tengah hutan dan sangat sulit untuk dijangkau. Maka dia berharap agar air terjun ini tetap jadi misteri di tengah hutan. (ham)

News Feed