by

Calon TKI Illegal Diminta Rp 3,4 Juta, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Bintan (HK) – Terungkap, para calon pekerja migran Indonesia atau TKI dimintai sejumlah uang agar bisa bekerja di Malaysia. Uang tersebut dimintai sebelum para korbannya berangkat dari kampung halamannya dan transit di Bintan.

Kasatpolairud Polres Bintan AKP Suardi menyebutkan, para TKI diminta sejumlah uang sebagai ongkos pemberangkatan ke Malaysia. Angkanya menurut dia, bervariatif mulai dari Rp 1,7 juta hingga Rp 3,4 juta.

“Ya mereka dijanjikan kerja sebagai kuli bangunan dan ada juga sebagai buruh di perkebunan,” ungkap Suardi dikantornya, Senin (17/2) siang.

Ia pun meralat, jumlah TKI illegal yang diamankan pada Sabtu (15/2) malam kemarin berjumlah 39 orang dan 6 diantaranya merupakan perempuan.

“Jadi waktu itu kan gelap, pas paginya ada warga melaporkan kalau 4 orang lagi sembunyi. Jadi totalnya 39 orang,” sebutnya.

Suardi pun menceritakan kalau pihaknya 3 hari mengintai upaya penyelundupan TKI illegal diwilayah perairan Bintan. Dari operasi itu, polisi sambungnya, berhasil mengamankan JF (40) dan DN (33) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Keduanya memiliki peran berbeda, Suardi menjelaskan, tersangka JF berperan sebagai pengantar atau koordinator lapangan sementara tersangka DN sebagai perekrut calon TKI.

“Jadi direkrut oleh tersangka melalui via telpon, pas datang kesini menggunakan kapal masuk lewat pelabuhan Kijang. Setibanya disini, mereka semua ditempat dibeberapa penampungan seperti di Teluk Keriting dan Ganet,” terangnya.

Selain dua tersangka, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap tersangka TM yang masih DPO. Para tersangka kata Suardi akan dikenai Pasal 81 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 15 miliar.

“Sementara para korbannya akan kita serahkan ke BP3TKI Tanjungpinang untuk dipulangkan ke kampung halamannya,” kata Suardi. (oxy)

News Feed