by

GOR Badang Perkasa Karimun Jadi Lokasi Balapan Liar

KARIMUN (HK)-Jalan raya di kawasan GOR Badang Perkasa kerap dijadikan lokasi balapan liar. Aksi itu hampir setiap akhir pekan, khususnya di hari Minggu terjadi. Bahkan, para penyelenggara balapan liar tersebut dengan berani memblokade jalan raya, sehingga menutup akses jalan bagi kendaraan.

Kawasan GOR dikelilingi oleh jalan raya, yang diapit oleh dua pertigaan dan satu perempatan. Posisinya berada di perbatasan antara Kecamatan Meral dan Kecamatan Tebing. Para pebalap liar memanfaatkan salah satu sisi jalan untuk balapan. Mereka mengambil jalan yang berada disisi sebelah kiri GOR hingga ke pertigaan arah ke Desa Pongkar.

Biasanya, balapan liar itu sudah mulai berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB atau menjelang Maghrib. Kepolisian sebenarnya sudah sering membubarkan aksi balapan liar itu. Namun, begitu petugas lengah mereka kembali lagi. Tak pelak. aksi balapan mereka ulangi lagi.

Kapolsek Tebing, AKP Fian Agung Wibowo ketika dikonfirmasi tak menampik jalan di kawasan GOR sebagai lokasi balapan liar. Menurut dia, kawasan GOR masuk wilayah hukum Polsek Meral, meski secara geografis berdekatan dengan Polsek Tebing. Jarak antara GOR Badang perkasa dengan Mapolsek Tebing hanya beberapa ratus meter saja.

“Sebenarnya, GOR itu masuk wilayah hukum Polsek Meral. Tapi lokasinya sangat dekat dengan Polsek Tebing. Memang, kawasan GOR itu kerap dijadikan sebagai lokasi balapan liar. Meski tidak berada dalam wilayah hukum kami, tapi kami selalu memback up Polsek Meral. Saya sendiri sering membubarkan aksi balapan liar itu,” ungkap Fian, Senin (17/2/2020) sore.

Fian menyebut, dimanapun kawasan yang dijadikan aksi balapan liar selalu terjadi aksi kucing-kucingan dengan petugas, termasuk juga dengan pelaku balapan liar di kawasan GOR. Meski pihaknya sering membubarkan aksi tersebut, namun ketika petugas sudah meninggalkan lokasi, maka mereka kembali beraksi lagi.

“Setiap ada aksi balapan liar disana, laporkan saja pasti akan kami tindak. Saya akan berkoordinasi secepatnya dengan Polsek Meral dan akan memback up dari karena kami lebih dekat. Memang untuk menjaga 24 jam takkan mungkin. Namun, ketika ada aksi pasti kami akan turun dan membubarkan mereka karena sudah mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.

Seperti yang terjadi pada Minggu (17/2) sore, aksi balapan liar berlangsung di kawasan GOR. Mereka dengan berani memblokade jalan dengan meletakan motor di tengah badan jalan, sehingga menutup akses bagi kendaraan umum. Karena merasa terganggu dengan aksi balapan liar tersebut, salah seorang pengemudi melaporkan kepada Kapolsek Tebing.

Selang tak berapa lama, datang mobil patroli Sabhara dari Polsek Tebing ke lokasi tersebut. Mobil yang melaju kencang dari arah Jalan Poros sekaligus menggunakan sirine. Raungan sirine mobil polisi sontak membuat takut penonton balapan liar. Mereka segera mengeber sepeda motor meninggalkan lokasi.

Ironisnya, pelaku balapan liar tetap tak memperdulikan kedatangan polisi tersebut. Dua orang petugas yang berada dalam mobil meminta kepada seseorang yang diduga dengan penyelenggara untuk membubarkan aksi itu. Kepada polisi, penyelenggara itu mengatakan kalau memang kegiatan mereka mengganggu maka mereka akan membubarkan diri.

Usai dialog antara polisi dan penyelenggara itu, maka mobil patroli Sabhara Polsek Tebing menerobos masuk ke arena balapan liar dan terus menelusuri hingga ke pertigaan tugu GOR terus menuju ke arah Tebing. Namun sayang, sepeninggalan polisi tersebut, aksi balapan masih tetap berlangsung. Pelaku balapan liar itu baru membubarkan diri menjelang Maghrib.(ham)

News Feed