by

Wow… DAK Pendidikan Karimun Sebesar Rp29,04 Miliar

KARIMUN (HK) – Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan yang digelontorkan Pemerintah Pusat pada Pemkab Karimun tahun 2020, mengalami kenaikan signifikan dari Rp 13.994.674.000 pada tahun 2019 menjadi Rp 29.035.779.000 .

“Allhamdulilah tahun ini meningkat menjadi 100 persen dan tentunya kita berharap ini bisa mempercepat perbaikan mutu dan fasilitas pendidikan kita,” ujar ujar Bakri Hasyim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, di ruangan kerjanya, Kamis (20/2).

Bakri menjelaskan, DAK Fisik berjumlah Rp 29.035.779.000. yang dibagi pada Sub Bidang SD, SMP, PAUD/SKB. Untuk Sub Bidang Sekolah Dasar (SD) alokasi anggaran untuk pembangunan rehabilitasi prasarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebesar Rp 18.406.149.000 dan untuk pengadaan sarana pendidikan SD dianggarkan sebesar Rp 1.562. 916.000. “Total DAK Sekolah Dasar mencapai Rp 19.969.065.000,” ujar Bakri.

Sementara untuk Sub Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlah total DAK Fisik yang disalurkan berjumlah Rp 6.769.133.000 dengan rincian pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendidikan SMP (DAK Reguler) berjumlah Rp 6.274.133.000 dan pengadaan sarana pendidikan SMP (DAK Afirmasi) berjumlah Rp 495.000.000.

Sedangkan untuk Sub Bidang DAK PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini jumlah total DAK Fisik yang disalurkan berjumlah Rp 2.297.581.000 dengan rincian pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendidikan SKB berjumlah Rp 602.047.000 dan pengadaan sarana pendidikan PAUD berjumlah Rp 1.695.534.000.

“Sisa usulan yang diajukan akan tetap kami kejar dan diupayakan sehingga layanan pendidikan meningkat di Kabupaten Karimun. Kita berharap, seluruh sekolah dapat bersinergi dengan adanya bantuan pendanaan tersebut untuk memenuhi sarpras pendidikan secara umum,” jelas Bakri.

Bakri secara teknis menjelaskan, DAK Bidang Pendidikan yang selanjutnya di sebut DAK Fisik Bidang Pendidikan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan Daerah tertentu dengan tujuan untuk mendanai kebutuhan sarana dan prasarana bidang pendidikan yang merupakan urusan Daerah. Sementara DAK Fisik afirmasi adalah dana yang dianggarkan khusus Daerah tertentu seperti Daerah Kepulauan, Daerah tertinggal, Daerah Perbatasan dan Daerah Transmigrasi.

Bakri menyampaikan setidaknya terdapat tiga jalur pemanfaatan DAK Fisik tersebut, di antaranya regular, penugasan, dan afirmasi. Terkait DAK penugasan, alokasi diberikan kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk penyediaan ruang praktik, laboratorium beserta perabotnya. Serta penugasan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) diperuntukkan untuk penyediaan ruang kelas baru (RKB) dan tempat tinggal guru.

Total anggaran DAK Pendidikan 2020 ini, sambung Bakri, nantinya akan direalisasikan untuk rehab ruang kelas baru (RKB) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP dan pengadaan buku perpustakaan. Disamping itu juga ada pengadaan alat praktek IPA serta pembangunan labor untuk SMP. Selain itu juga, anggaran tersebut di peruntuhkan pada rehab bangunan sekolah, ruang kelas belajar dan lainnya sesuai kebutuhan.

Yang pasti kata Bakri, pelaksanaan DAK tersebut tinggal menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. “Untuk rehab ruang kelas baru menggunakan sistim swakelola sementara untuk pengadaan bisa lewat lelang umum atau e katalog, masih kita tunggu juknis nya dari pusat,” terang Bakri.

Bakri berharap DAK 2020 ini dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar. Dan hasilnya nanti bisa semakin meningkatkan sarana dan prasarana yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Karimun.

Bakri juga melaporkan, untuk kucuran DAK 2019 kemaren sebesar Rp 13.994.674.000 telah direalisasikan untuk pembangunan yakni berupa pembangunan ruang kelas baru dan rehab ruang kelas baru (RKB) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP.

Satu hal yang membanggakan lagi ucap Bakri, realisasi penggunaan DAK pendidikan kita tahun 2017, 2018 dan 2019 juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan mendapat penilaian terbaik.

“Kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dapat melaksanakan tepat waktu sesuai juklak yang diberikan dan dilengkapi dengan SPJ laporan pertanggungjawaban yang lengkap. Ini nilai plus kita dibanding dengan kabupaten kota lain di Kepri. Pusat sangat mengapresiasi kita,” ucap Bakri.

Bakri mengatakan proyek revitalisasi beberapa bangunan sekolah juga didanai APBN pusat juga mendapat pujian dari Kementerian Pendidikan. “Pokoknya, Karimun dinilai cukup bagus,” katanya. (hhp)

News Feed