by

Sulap Hutan Lindung Menjadi KSB, Komisaris PT PMB Ditangkap

BATAM (HK) – Tim Gabungan Gakkum KLHK, akhirnya menghentikan kegiatan ilegal Hutan Lindung disulap menjadi KSB seluas 28 Ha yang dikelolah oleh PT Prima Makmur Batam di kelurahan Kabil, Nongsa, Batam pada Sabtu (21/2/2020).

Tak hanya menghentikan kegiatan, ternyata Komisaris PT PMB inisal Z alias A (39) juga turut diamankan dilokasi tersebut saat sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI bersama Anggota dan Dirjen Penegakan Hukum KLHK di Batam.

“Sidak ini dilakukan dalam rangka memantau progress penegakan hukum yang dilakukan oleh KLHK terkait dengan kegiatan tanpa izin yaitu perambahan dan perusakan kawasan hutan dan mangrove di Batam,” ungkap Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani.

Dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan bahwa PT PMB masih melakukan kegiatan pembukaan kawasan hutan, “dilokasi ini kami berhasil menangkap langsung Komisaris PT. PMB yaitu Z alias A (39),” bebernya.

Selain PT PMB, saat ini Gakkum KLHK sedang menyidik dua perusahaan lain dengan modus yang sama yaitu membuka kawasan hutan lindung tanpa izin untuk pemukiman.

Dikatakan, upaya penyelamatan dan pemulihan kawasan hutan merupakan prioritas dan komitmen pemerintah.

“Kita harus menyelamatkan kawasan hutan karena sangat penting untuk melindungi masyarakat dari bencana ekologis, longsor, banjir dan abrasi,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku perusakan kawasan hutan apalagi hutan lindung dan kawasan lindung lainnya seperti mangrove, harus dihukum seberat-beratnya.

“Jangan biarkan pelaku kejahatan seperti ini mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat kita.

“Kita harus melindungi lingkungan hidup agar kehidupan masyarakat dapat terjaga dari bencana ekologis. Pelaku kejahatan seperti ini harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera dan tidak menyengsarakan dan merugikan banyak orang,” tegas Rasio.

“Dan lebih 785 kasus kami bawa ke pengadilan,” tambahnya.

Dalam sidak iru, Tim mengamankan 3 excavator, 1 bulldozer, dan 7 dump truck serta mengamankan Z alias A (39) selaku Komisaris PT PMB.

Z telah dibawa ke Kantor pusat Jakarta untuk diperiksa. PPNS KLHK juga memeriksa tiga operator di Kantor SKW II Batam.

Berdasarkan Keterangan Z, lahan hutan itu dipotong dengan excavator, dan tanah diratakan dengan bulldozer, sebelum kemudian ditimbun. Setelah itu, lahan berupa kavling dijual secara kredit. Saat ini sudah terjual ribuan kavling.

Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriono yang hadir dilokasi menegaskan bahwa operasi pengamanan hutan akan terus dilakukan untuk memerangi perusakan kawasan hutan, khususnya di Pulau Batam.

“Operasi ini merupakan salah satu bukti komitmen KLHK untuk menyelamatkan kawasan hutan dan lingkungan, khususnya di Pulau Batam,” tegas Sustyo.

Sebagaimana,ekosistem hutan lindung di Batam memiliki peran penting dalam perlindungan sistem penyanggah kehidupan, pelindung pantai dan mengatur tata air, pungkas Sustyo.

Diketahui, Tim Gabungan Gakkum KLHK turut didampingi dari instansi terkait diantaranya, Balai Besar KSDA KLHK Riau, KPHL Unit II Batam, Daops Manggala Agni Batam, Direktorat Pengamanan BP Batam, Polsek Nongsa dan Koramil Nongsa. (r/Bob)

News Feed