by

Beredar Isu Komisi III DPRD Batam Terima Rp300 Juta dari Pollux Habibie, Ini Tanggapan Komisi III

BATAM (HK) – Beredar isu bahwa komisi III DPRD Kota Batam menerima uang sebanyak Rp300 juta dari manajemen Pollux Habibie, yakni pasca dilaksanakannya RDP terkait dampak dari runtuhnya pagar pembatas proyek Pollux Habibie beberapa waktu lalu.

Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo menyatakan hal itu tidak benar dan hoax, karena pihaknya tidak pernah menerima apapun dari manajemen Pollux Habibie.

“Itu kami pastikan hoax, untuk kepastiannya itu adalah silahkan cek kepada manajemen Pollux Habibie dan tunjukan barang buktinya,” ucap Arlon saat dijumpai di ruang kerjanya. Senin (24/2/2010) sore.

Ditegaskan Arlon, isu itu sengaja dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin menjatuhkan nama baik komisi III DPRD Kota Batam.

“Kami melakukan RDP dan turun kelokasi kejadian runtuhnya pagar pembatas proyek Pollux Habibie itu murni untuk membantu dan menjembatan masyarakat, yakni bagaimana kerugian yang dialami oleh masyarakat itu ditanggung oleh manajemen proyek tersebut,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean menegaskan bahwa pihaknya membantah tidak ada menerima uang suap dari Pollux Habibie itu.

“Saya pastikan isu itu adalah fitnah, kami tidak pernah menerima apapun. Beberapa minggu yang lalu, kita ada menggelar RDP dengan sejumlah anggota komisi III dihadiri perwakilan perumahan Citra Batam dan juga manajemen Pollux itu,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jefry Simanjuntak mengatakan bahwa isu tanpa ada memiliki dasar dan alat bukti. “Kalau kawan-kawan media menanyakan kepada anggota dewan ini, anggota dewan ini semuanya adalah hantu,” cetusnya.

Sementara itu, Rohaizat yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Batam mengatakan terkait isu itu dia tidak mengetahui dan tidak mau komentar banyak, karena dia tidak pernah ikut sidak ke proyek Pollux Habibie itu dan juga tidak hadir dalam RDP yang pernah dilaksnakan di komisi III.

“No komen lah, karena saya gak tau juga info sebenarnya bagaimana, daripada suudzon maka lebih baik diam saja. Mudah-mudahan isu itu tidak benar karena kawan-kawan mengaku itu tidak ada, seandainya pun itu ada tidak mungkin juga dia bercerita. Tapi kita berharap itu tidak ada,” bebernya. (dam)

News Feed