by

Bulog Salurkan Beras BPNT kepada 7.459 KPM Karimun

KARIMUN (HK) – Kantor Wilayah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Subdivre Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan 74.950 Kg beras Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) periode Januari dan Februari kepada 7.459 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Karimun.

Penyaluran beras sebanyak 74.950 Kg akan terus berlanjut setiap bulannya secara bertahap. Beras BPNT akan diterima 7.459 keluarga penerima manfaat di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun sesuai data dari Dinas Sosial Kabupaten Karimun, dimana setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras berkualitas setiap bulannya.

“Total penyaluran bulan Januari dan Februari 2020 sebanyak 74.950 Kg dan telah disalurkan secara bertahap dan selesai pada minggu ke tiga bulan Februari 2020. Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog Parit Rampak kurang lebih 425 ton,” terang Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Batam Edi Hanif, melalui Penanggung Jawab gudang Bulog Parit Rampak, Desrizal, Rabu (26/2).

Desrizal menjelaskan, semua beras BPNT yang akan disalurkan tersebut telah melewati pengecekkan kualitas sebelum sampai ke tangan masyarakat. Beras ini bisa diterima keluaga penerima manfaat (KPM) di agen penyalur dan difasilitasi oleh Dinsos Karimun.

“Jadi tugas kami memenuhi penyaluran beras, menyerahkan beras tersebut ke daerah penerima BPNT, dan disebar ke agen-agen penyalur. Pemda Karimun yang akan menyalurkannya kepada KPM melalui agen,” jelas Desrizal.

Program e-Warung
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun Syafruddin mengatakan, Pemerintah pusat tahun ini kembali menggulirkan program bantuan pangan untuk masyarakat miskin. Sebelumnya, program ini bernama Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sekarang berubah menjadi bantuan sosial (Bansos) Sembako.

“Januari dan Februari ini, Bansos Sembako ini mulai disalurkan ke semua KPM yakni 7.459 KPM di 12 Kecamatan pada agen/e warung yang tersebar di setiap wilayah dengan sistim kerjasama dengan bank BNI ,” ujar Syafruddin

Syafruddin mengatakan, selain istilah bantuan yang berbeda, tahun ini pemerintah pusat pun menambah nilai bantuan sosial pangan dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu dalam Program Sembako ini. Bantuan sosial pangan tersebut, dikucurkan setiap sebulan sekali untuk KPM.

KPM bisa mendapatkan bahan sembako tersebut di 50 e-Warong (elektronik warung gotong royong) di 12 Kecamatan yang sudah terafiliasi dengan empat bank anggota Himbara. Yakni, BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri.

Syafruddin menjelaskan, Program Sembako ini, diperuntukkan bagi KPM dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga miskin. Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada KPM dengan menggunakan sistem perbankan, yang kemudian dapat digunakan untuk memperoleh beras dan atau telur di E-Warong .

“Besaran manfaat Rp 110.000 untuk pembelian beras dan telor. Sementara sisanya, Rp 40.000 untuk pembelian bahan sumber protein hewani dan nabati lainnya serta sumber vitamin dan mineral sebagaimana yang ditetapkan,” kata Syafruddin.

Menurutnya, program ini memang untuk 2020 ada perbedaan karena ada pengembangan jenis bahan pangan yang bisa didapatkan. Diharapkan, program Bansos Sembako ini pun mampu meningkatkan nutrisi atau gizi masyarakat, terutama anak-anak sejak dini. Sehingga, akan memiliki pengaruh terhadap penurunan stunting.

Syafruddin mengatakan, bahan pangan yang dapat dibeli oleh KPM di e-Warong menggunakan dana bantuan program Sembako adalah, sumber karbohidrat seperti beras atau bahan pangan lokal seperti jagung pipilan dan sagu. Sumber protein hewani seperti telur, ayam, ikan. Sumber protein nabati seperti kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sumber vitamin dan mineral seperti sayur mayur, buah-buahan.

“Pemilihan komoditas bahan pangan dalam program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM,” katanya.

Selain itu, kata dia, bahan pangan yang dibeli KPM melalui program Sembako harus dapat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk diberikan kepada anak usia 6-23 bulan untuk pemenuhan gizi sehingga berpengaruh untuk penurunan stunting.

Bantuan program Sembako ini, kata dia, tidak bisa digunakan untuk pembelian minyak, tepung terigu, gula pasir, MP-ASI pabrikan, mi instan dan bahan pangan lainnya yang tidak termasuk dalam ketentuan pangan yang dapat dibeli KPM di e-Warong. “Bantuan juga tidak bisa digunakan untuk pembelian pulsa dan rokok,” katanya.(hhp)

News Feed