by

Jual Motor ke Pulau Moro, 3 Penjahat Curanmor Ditembak Polisi

SAGULUNG (HK) — Meresahkan masyarakat, Tim opsnal Polsek Sagulung bekuk 3 kawanan penjahat pencurian sepeda motor dari lokasi ruli Air Mas, Sagulung, pada Selasa (18/2/20) malam lalu.

Ketiga penjahat Curanmor tersebut masing-Hasim dan Pebri serta penadah bernama Jepri. Saking meresahkan masyarakat serta melawan polisi saat penangkapan, Febri pun langsung diberikan timah panas di kedua kakinya hingga pincang saat jalan.

Tak hanya itu, polisi pun berhasil mengamankan 21 unit sepeda motor berbagai merek hasil curian mereka dari seluruh wilayah kota Batam. Polisi juga mengamankan beberapa obeng dan kunci T untuk alat pelaku membobol targetnya.

Febri, salah satu pelaku mengakui jika dirinya sudah 2 kali bereaksi. Febri itu pun dipenjara selama setahun dengan kasus yang sama yakni Curanmor. Sama juga dengan Hasim, mereka berdua pun divonis selama setahun penjara.

Sebelumnya tertangkap, Febri dan Hasim pun mengaku saat melancarkan aksinya sejak bulan Oktober 2019 silam dengan jumlah motor yang mereka curi ada sebanyak 25 unit motor.

“Dulu kami mencuri diwilayah Batam center dan kami divonis setahun penjara dengan kasus yang sama yakni Curanmor,” kata Febri, pelaku residivis, Rabu (26/2/20) siangnya.

Sedangkan, Jefri berbeda dengan kedua rekannya. Karna Jefri bertugas hanya menjual sepeda motor curian.

“Saya tugasnya hanya menjual pak. Memang tunggu dipesan dulu dari Pulau, lalu dipetik rekan saya yang dua ini,” ngakunya.

Sementara, Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto bersama Kanit Reskrim, Iptu Rifi Sitohang menyampaikan, jika kedua pelaku ini ditangkap di dua tempat berbeda seperti di Pelabuhan Sekupang dan ruli Air Mas, Sagulung.

Katanya lagi, penangkapan pelaku ini berdasarkan atas aduan masyarakat, dimana saat itu pelaku hendak transaksi di daerah perumahan Orchid Park, Batam center.

Sesaat itu juga tim opsnal Polsek Sagulung langsung mendatangi TKP serta melakukan pengembangan, dimana saat itu pelaku sudah sempat mengirim motor hasil curiannya ke pulau Moro, Karimun.

“Barang bukti ini semua kita jemput paksa dari tangan masyarakat. Dimana barang bukti ini sudah dikirim ke pulau Moro, Karimun,” katanya.

Kapolsek juga mengatakan, kalau pelaku ini menjual barang hasil curiannya dengan bervariasi mulai harga 900 ribu hingga sampai 2 jutaan. Selain ketiga pelaku ini, masih ada pelaku lainnya alias DPO dan masih pengejaran.

“Jadi saat transaksi, mereka kita amankan dan tak bisa berkutik lagi,” sebutnya.

Maka dari itu, kata Kapolsek, Kepada dua pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan, untuk penadahnya dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(ded)

News Feed