by

KSOP Karimun Segera Periksa Kru dan Pemilik KLM Bintang Abadi

KARIMUN (HK)-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun bakal menyelidiki kasus tenggelamnya kapal kargo KLM Bintang Abadi GT 109 di perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai pada Selasa (25/2/2020). KSOP Karimun bakal memanggil nakhoda dan awak kapal pada Kamis (27/2/2020).

“Kita akan melakukan pemeriksaan soal tenggelamnya kapal Bintang Abadi itu. Kemaren penanganannya kan sama Lanal dan Airud. Besok kami akan memanggil nakhoda dan ABK kapalnya,” ungkap Kepala Seksi Patroli, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Tengku Faisal ketika dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (26/2/2020) sore.

“Laporan lengkapnya memang belum ada sama saya. Kalau soal tenggelamnya kapal tersebut kami sudah laporkan ke Puskodal. Saat ini, dokumen masih berada di Syahbandar Tanjungbatu. Terkait pemeriksaan pendahuluannya akan dilakukan di Tanjungbalai. Besok akan kita panggil awak kapal dan pemiliknya,” ungkap Tengku Faisal.

Tengku Faisal belum mengetahui siapa pemilik kapal kargo KLM Bintang Abadi tersebut. Pemiliknya akan diketahui setelah pemeriksaan terhadap awak kapal dilakukan.

Terkait indikasi apakah bobot kapal KLM Bintang Abadi yang hanya 109 GT tidak sesuai dengan muatan kapal 4.800 sak semen, Tengku Faisal belum berani menyimpulkan sebelum menerima laporan akurat terkasuk dokumen kapal tersebut.

“Sebelum melakukan pemanggilan kita belum bisa menjawab soal itu. Karena, laporannya kan belum ada sama saya,” jelas Tengku.

Tengku Faisal mengakui kalau seluruh awak KLM Bintang Abadi sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Selatpanjang. Setelah ditelusuri, ternyata pemulangan itu karena awak kapal tersebut terlantar di Tanjungbatu. Kendati begitu, pemeriksaan terhadap awak kapal akan tetap berlanjut.

“Memang, saat ini seluruh awak kapal sudah dipulangkan ke kampung halaman mereka di Selatpanjang atas bantuan Posmat TNI AL di Tanjungbatu dengan alasan awak kapal tersebut terlantar disana. Namun, kami akan tetap akan melakukan pemanggilan seluruh awak kapal untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Tengku.

Diberitakan, Kapal Layar Motor (KLM) Bintang Abadi muatan 4.800 sak semen tenggelam di perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai, Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. Tenggelamnya kapal kargo jenis kayu tersebut diduga akibat menghantam terumbu karang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, semua awak kapal dinyatakan selamat. (ham)

News Feed