by

Imigrasi Karimun Mudahkan Kelompok Rentan Urus Paspor

KARIMUN (HK)-Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun memberikan kemudahan layanan bagi kelompok rentan dalam pengurusan paspor. Layanan kelompok rentan merupakan layanan berbasis ramah HAM (hak azasi manusia). Salah satu yang masuk dalam kelompok rentan itu adalah lansia.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Kristian mengatakan, selain lansia yang juga masuk dalam kelompok rentan diantaranya ibu hamil dan orang yang tengah menderita sakit. Kemudahan yang diberikan Imigrasi itu yakni tidak perlu ikut mendaftar melalui antrean paspor online (Apapo).

“Kami memberikan kemudahan pengurusan paspor bagi lansia, orang sakit dan ibu-ibu hamil. Mereka tidak perlu ikut mendaftar melalui apapo,” ungkap Kristian.

Kata Kristian, bagi ketiga kriteria tersebut hendak mengurus paspor, mereka hanya cukup datang ke Kantor Imigrasi Karimun, kemudian melapor kepada petugas dan menjalani pemeriksaan. Kalau berkas persyaratannya dinyatakan lengkap maka akan langsung dibantu dalam pengurusan paspor.

Menurut Kristian, orang yang dikategorikan lanjut usia itu telah berumur diatas 60 tahun, kemudian bagi yang sakit dia hanya mampu berjalan menggunakan kursi roda dan terakhir memang wanita yang tengah hamil. Dengan adanya kemudahan yang diberikan itu, maka akan mempersingkat waktu pembuatan paspor.

“Setelah mereka mendatangi kantor, kemudian berkasnya diperiksa dan dinyatakan lengkap. Sebenarnya satu hari setelah mereka datang ke kantor paspor mereka sudah bisa dikeluarkan. Hanya saja, kadang terkendala di pembayaran kode billing yang sebagian diantara mereka ada yang lambat bayar,” ujarnya.

Dijelaskan, kalau pemohon paspor yang diberikan dispensasi tersebut bisa langsung menyelesaikan pembayaran kode billing ke bank yang telah ditunjuk, maka pengurusan paspor bagi mereka hanya butuh waktu satu hari setelah mendatangi kantor. Namun, jika dikaji sesuai standar operasional prosedur butuh waktu tiga hari baru selesai.

Kristian menyebut, dengan adanya kemudahan dan kepastian hukum yang diberikan Ditjen Imigrasi kepada masyarakat yang mengurus paspor, maka diharapkan kepada pemohon agar jangan menggunakan jasa calo lagi. Apalagi, dengan adanya aplikasi apapo pada saat pendaftaran.

Bukan hanya itu, ungkap Kristian, kemudahan lain yang diberikan Imigrasi adalah bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone sehingga tidak bisa mendaftar melalui apapo. Maka pihaknya meminta masyarakat untuk tetap datang ke kantor dan dilayani dengan cara seperti biasa.

“Semua kita akomodir, bagi yang tidak memiliki smartphone dan datang ke kantor Imigrasi tetap dilayani. Pertimbangannya, jika ada orang pulau yang datang mengurus paspor namun tak punya smartphone tetap kita bantu pembuatan paspor dengan cara manual tanpa dikenakan biaya apapun. Saya jamin tak ada bayar di kantor, kecuali pembayaran kode billing di bank,” pungkasnya. (ham)

News Feed