by

Pemko Batam Sambut Baik Pembebasan Pajak Hotel dan Restoran

BATAM (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyambut baik terkait adanya kebijakan Pemerintah Pusat untuk membebaskan pajak hotel dan restoran selama 6 bulan ke depan.

Hal itu sebagai wujud perhatian pemerintah untuk para pengusaha hotel dan restoran yang mengalami dampak dari wabah virus Corona, sebagaimana Batam adalah salah satu daerah tujuan wisata.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan wabah dari virus Corona itu hotel dan restoran di Batam saat ini sepi pengunjung.

Untuk mekanisme dan sistemnya dari pembebasan pajak tersebut Pemko Batam masih menunggu arahan dari Pemerintah pusat.

Kendari, kebijakan pembebasan pajak itu bakal mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Bisa jadi pengaruhnya itu berkurang dan bisa jadi bertambah sebab untuk penganti dari pajak itu akan ada kompensasi penghibahan anggaran dari pemerintah pusat.

“Jika pemerintah pusat memberikan kompensasi penghibahan itu setara dengan pajak yang didapatkan setiap bulannya maka tidak akan jadi berpengaruh terhadap PAD Kota Batam, namun hal itu belum ada kejelasannya,” ucap ucap Azmansyah kepada haluankepri.com, Kamis (27/2/2020) di kantornya.

Dikatakan Azmansyah, Pemerintah daerah sifatnya hanya menerima aturan dari pusat dan mudah-mudahan dalam1 atau 2 hari ini ada regulasinya yang pasti.

“Sebab pengapusan pajak hotel dan restoran di Kepri ini hanya dua daerah saja, yakni Batam dan Bintan. Alasannya kedua daerah ini kunjungan wisatanya tinggi dibandingkan daerah lain,” tuturnya.

Ditambahkannya, bahwa dia menhimbau kepada pengusaha hotel dan restoran yang ada di Kota Batam agar tetap bertahan dengan kondisi penurunan tamunya, mengingat pemerintah saat ini sangat konsen memperhatikannya akibat imbas wabah virus Corona tersebut

“Pembebasan pajak selama 6 bulan itu adalah sebagai bentuk pedulinya pemerintah untuk mengairahkan kehidupan dunia parawisata,” tutupnya.(dam)

News Feed