by

PT Minna Padi Dilikuidas OJK, 70 Nasabah Batam Rugi Ratusan Miliar Rupiah

BATAM (HK) – Puluhan nasabah dari PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM), Batam, minta uang investasinya untuk segera dikembalikan oleh pihak perusahaan, secara utuh dan cepat.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak dibidang sikuritas keuangan tersebut, sudah dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantaran menyalahi aturan dan tata kelola keuangan di dalam berinvestasi, menjanjikan keuntungan hingga 11 persen.

Didi, salah seorang nasabah di perusahaan itu mengatakan, keberadaan PT MPAM di Batam sejak setahun lalu. Sehingga sudah mendapat kan nasabah sebanyak 70 orang, dengan total nilai investasinya mencapai 100 miliar rupiah lebih.

“Namun, hingga batas waktu ataupada kuartal waktu investasi yang ditentukan (enam bulan) keuntungan yang telah dijanjikan itu tidak ada, dengan mengatakan bahwa, perusahaan telah dilikuidasi oleh pihak OJK. Akibatnya merugi,” kata Didi, Rabu (26/02) siang di Hotel Harmoni One Batam Centre, usai rapat tertutup dengan pihak PT MPAM di Batam.

Diterangkan Didi, penglikuidasian terhadap PT MPAM tersebut, berdasarkan apa yang sudah dilakukan, hingga dijanjikan pihak perusahaan kepada nasabah tidak terbukti dan melanggar aturan. Sehingganya merugikan banyak pihak di masyarakat.

“Kami dibohongi dan ditipu oleh PT MPAM ini, dengan menjanjikan keuntungan mencapai 11 persen, dari modal yang diinvestasikan,” ucap Didi, dengan emosional.

Dari itu, imbuhnya, semua modal yang sudah kami investasikan, mohon untuk dikembalikan, sesuai dengan jumlah uang yang sudah kami setorkan, sejak awal tahun 2019 lalu.

“Uang yang kami investasikan itu merupakan uang tabungan, terutama bagi orangtua serta ibu ibu, yang sudah mengumpulkannya sejak lama. Karena itu, kami meminta untuk segera dikembalikan utuh,” tegas Didi.

Untuk menindaklanjuti permasalahan ini, kata Didi, tidak tertutup kemungkinannya pihaknya akan menempuh atau melalui jalur hukum

“Kami akan segera melapor ke kepolisian dan mengumpulkan seluruh barang bukti terhadap kebohongan yang dilakukan PT MPAM Batam ini, kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu nasabah Verni mengungkapkan, dia sungguh tidak menyangka kalau PT MPAM Batam itu membohonginya. Lantaran pihak PT MPAM ini mengaku sebagai perusahaan resmi dan sudah terdaftar di Lembaga OJK.

“Awalnya marketing PT MPAM ini mendatangi nasabah Batam, untuk menawarkan investasi dengan menunjukkan mereka sudah terdaftar di OJK. Berarti ini perusahaan resmi dan jelas. Maka, kami tertarik untuk berinvestasi dengan
menjanjikan keuntungannya hingga 11 persen dari total uang yang telah diinvestasikan,” kata Verni, sedih.

Pengakuannya, ungkap Verni, atas keberadaan PT MPAM ini yang telah terdaftar serta tunduk kepada aturan Lembaga Keuangan resmi OJK, maka masyarakat sangat percaya dan yakin.

“Namun kenyataanya, kami sudah dibohongin. Maka, kami para nasabah meminta agar uang dikembalikan pihak perusahaan sebagaimana perjanjian diawal,” jelasnya kepada media

Verni menerangkan, sebelumnya Edi Suwarno selaku pemegang saham terbesar di PT Minna Padi sudah mengatakan akan menangung dan mengembalikan seluruh kerugian yang dialami oleh nasabah.

“Namun hari ini kok ada yang janggal menurut kami. Dimana, untuk menutup kerugian semua nasabah, mereka pun meminta kita melakukan investasi kembali dalam jangka waktu 4 tahun ataupun 6 tahun kedepanya, agar semua uang nasabah dapat dikembalikan,” sebut Verni.

Dengan dijanjikan mereka, paparnya, kami ini sebagai pemegang saham dalam perusahaan yang baru akan dibuat. “Anehkan,” ucap Verni.

“Namun anehnya pihak perusahaan tak dapat menjamin maupun membuat suatu perjanjian secara resmi, apakah uang investasi tersebut dapat dikembalikan secara pasti,” ungkapnya.

Artinya, pungkas Verni, sudah lah keadaanya begini, kami dijanjikan lagi untuk berinvestasi kembali hingga 6 tahun kedepanya. ” Apa gak gila ini namanya,” tukas Verni, sangat kesal.

Dalam pertemuan tersebut, nyaris terjadi satu keributan, karena penjelasan dari pihak MPAM berbelit Belit terkait pertanyaan para nasabah.
Dan pihak konsultan menawarkan agar dapat menjadi nasabah kembali di PT MPAM.

“Saya sebagai konsultan keuangan pada bursa Jakarta, datang ke Batam ini untuk melakukan sosialisasi atas permintaan Direksi PT MPAM Nasional. Maka, apa yang menjadi keputusan nasabah Batam, akan disampaikan ke pak Edi Suwarno. Setuju atau tidak terserah nasabah Batam,” kata Chairul.

Sementara, Kepala Cabang PT MPAM Batam, Erwin bungkam seribu bahasa, baik terhadap pertanyaan para nasabah maupun wartawan. Bahkan, Erwin sampai linglung dan jatuh dari life, karena menurunin tangga dengan terbalik.
(vnr).

News Feed