by

Pemkab Karimun Diminta Tanggap, Ribuan Lagi WNI Bakal Eksodus dari Malaysia

KARIMUN (HK)-Pemerintah Kabupaten Karimun diminta segera tanggap. Gelombang besar ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia bakal kembali pulang ke Indonesia melalui pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun pada Senin, 23 Maret 2020 besok.

Ribuan TKI dari Malaysia eksodus melalui Karimun tersebut dampak dari karantina aktivitas publik atau penguncian yang dilakukan negara setempat, salah satu tujuannya adalah Karimun. Diperkirakan, 2 ribu orang lebih TKI dari Malaysia bakal eksodus ke Karimun.

Jumlah tersebut diperkirakan berasal dari 6 kali keberangkatan kapal ferry cepat dari pelabuhan Kukup dan 6 kali dari pelabuhan Putri Harbour, Johor Malaysia. Jika satu kali keberangkatan membawa 168 orang (batas maksimal manifest kapal), maka jumlah WNI yang masuk Karimun sekitar 2.016 orang.

Jika merunut dari data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, hampir setiap kali keberangkatan penumpang kapal penuh dengan kapasitas 168 penumpang.

Ketua Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) Cabang Tanjungbalai Karimun, Bustami Datuk Rajo Marah mengatakan, jadwal keberangkatan kapal ferry dari Kukup dan Johor, Malaysia 6 trip setiap hari. Sejak adanya kebijakan penguncian aktivitas publik dari Malaysia, maka arus penumpang kapal ke Karimun meningkat.

“Besok diperkirakan semua kapal dari Kukup dan Johor, Malaysia akan penuh. Satu kapal memiliki kapasitas penumpang sebanyak 168 orang. Satu hari ada 6 trip kapal yang berangkat dari Kukup dan 6 trip dari Johor,” ujar Bustami Datuk Rajo Marah, ketika dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

Kata Bustami, Pemkab Karimun harus dengan sigap menangani pekerja migran dari Malaysia tersebut. Jika penanganan yang dilakukan kurang tepat, maka dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap masyarakat Karimun.

“Karimun ini daerah transit bagi pekerja migran. Harusnya Pemkab Karimun lebih memperketat pengawasan keluar masuknya warga dari daerah lain, apalagi sekarang sedang mewabah virus corona. Kalau kita lihat daerah lain, semua pekerja migran yang masuk ke daerahnya langsung dikarantina,” jelas Bustami.

Sebelumnya, selama dua hari sejak 20 Maret hingga 21 Maret 2020, sebanyak 1.528 TKI dari Malaysia masuk ke Karimun melalui pelabuhan internasional. Bahkan, kepulangan pekerja migran itu sudah berlangsung sejak Selasa, 17 Maret 2020.

Kepala Bidang Lalulintas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda ketika dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2020) malam mengatakan, pihaknya mengirimkan data selama dua hari terakhir, dengan total WNI yang pulang ke Indonesia via Karimun sebanyak 1.528 orang. (ham)

News Feed