by

Graha RAP dan Eks Hotel Pelangi Diusulkan Jadi Lokasi Isolasi Corona di Karimun

KARIMUN (HK) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun telah menjadikan Puskesmas Meral Barat sebagai Sentral Penanganan suspect corona (covid-19). Hanya saja, gedung tersebut mampu menampung 25 pasien dalam pengawsan (PDP).

Begitu juga, ruang isolasi di RSUD M Sani dan rumah sakit swasta memiliki jumlah kamar yang terbatas. Maka Pemkab Karimun mengusulkan adanya dua lokasi cadangan sebaagi tempat isolasi pasien suspect corona. Dua lokasi cadangan itu, yakni gedung Graha RAP di Meral dan bekas Hotel pelangi di Tanjungbalai.

Usulan dua lokasi cadangan isolasi suspect corona itu terungkap saat rapat bersama antara Bupati Karimun dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Karimun yang dipimpin Sekda, M Firmansyah. Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD M Yusuf Sirat, Kapolres AKBP Yos Guntur, Danlanal Letkol Laut (P) Mandri Kartono dan unsur FPKD Karimun.

“Saat ini, kita sudah menunjuk Puskesmas Meral Barat sebagai sentral penanganan suspect corona di Karimun. Jika lokasi tersebut tidka mencukupi, maka akan kita cari lokasi cadangan,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Dalam rapat tersebut, diusulkan Graha RAP dan eks Hotel Pelangi sebagai lokasi cadangan. Mengingat, dua gedung tersebut saat ini tidak terpakai.

‘Saat ini, ada gedung Graha RAP dan bekas hotel Pelangi kita usulkan sebagai lokasi cadangan tempat isolasi pasien suspect corona,” jelas Rafiq.

Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Karimun M Firmansyah menambahkan, untuk lokasi cadangan tempat isolasi maupun bentuk penanganan lainnya harus sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Mengingat, ketika terjadinya lonjakan masuknya WNI asal Malaysia pada Minggu, 22 Maret 2020, tim jadi kelabakan. Saat itu, pihaknya mencoba meminta bantuan pihak hotel untuk penginapan WNI tersebut. Namun, semua hotel menolak.

“Ini harus disiapkan jauh-jauh hari sehingga kita benar-benar siap. Harus ada tempat yang layak sebagai isolasi untuk cadangan. Kalau tidak ada nanti kita akan kewalahan,” tutur Firmansyah.

Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan penanganan WNI yang masuk ke Karimun pada Minggu, 22 Maret 2020 sore. Semua bantuan sudah terintegrasi termasuk juga soal pengamanan.

Saat ini, semua WNI sudah dipulangkan ke Selatpanjang menggunakan kapal ferry MV Dumai Line. Mereka yang diberangkatkan sebanyak 193 orang. Sebelumnya, mereka sempat diinapkan satu malam di GOR Indoor Karimun. Disana, WNI tersebut diberi tumpangan, makan malam serta paginya diberi sarapan.(ham)

News Feed