by

KSOP Karimun Usulkan Surati Konjen di Malaysia Terkait Jumlah WNI

KARIMUN (HK) – Gelombang besar warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia masuk ke Karimun sejak 18 Maret 2020. Terhitung, hingga Senin, 23 Maret 2020 siang, jumlah WNI dari Malaysia yang masuk Karimun mencapai 6.487 orang.

Sebelumnya, pada Minggu, 22 Maret 2020 jumlah WNI yang masuk Karimun sebanyak 5.985 orang. Sementara, Senin, 23 Maret 2020 terjadi penambahan sebanyak 502 orang lagi.

“Untuk hari ini, sampai saya meninggalkan pelabuhan jumlah penumpang yang turun dari Malaysia sebanyak 502 orang. Semua penumpang sudah kita distribusikan. Kita menunggu kapal yang dari Batam,” ujar Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Barlet silalahi saat melaporkan arus penumpang dari Malaysia kepada Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Barlet menyebut, permintaan Bupati Karimun agar keebrangkatan kapal dari Malaysia dihentikan mulai pukul 12.00 WIB siang sudah disampaikan kepada agen kapal di Kupup, Malaysia. Artinya, terhitung mulai pukul 1 siang waktu Malaysia, maka terakhir berlayar ke Karimun.

“Paling lambat kapal yang masuk ke Karimun sekitar pukul 2 siang. Sehingga, kapal yang akan berangkat ke Selatpanjang kita tahan dulu sambil menunggu kedatangan kapal dari Malaysia,” ujar Barlet.

Kata Barlet, ketika kapal dari Malaysia sudah dihentikan masuk ke Karimun, maka dikhawatirkan WNI yang masih berada di Malaysia akan kesulitan untuk kembali ke Indonesia.

Untuk itu, Barlet mengusulkan dalam rapat tersebut, agar Pemkab Karimun mengirim surat ke Pemprov Kepri dan surat tersebut diteruskan ke Konjen Indonesia yang ada di Malaysia untuk mempertanyakan jumlah WNI yang masih berada di Malaysia. Sehingga, bisa dideteksi jumlah riil WNI yang masih berada di Malaysia.

‘Ini harus kita antisipasi. Sebab, kita khawatir ketika mereka sudah beli tiket dan akan berangkat ke pelabuhan, ternyata kapal tidak ada lagi yang berangkat ke Karimun. Kasihan juga mereka disana,” jelasnya.

Usulan tersebut langsung ditanggapi Bupati Karimun, Aunur Rafiq dengan mendelegasikan kepada stafnya untuk menyurati Pemprov Kepri hingga Konjen Indonesia di Malaysia.

“Usulan ini sangat bagus. Nanti kita minta staf untuk menyurati ke Pemprov Kepri,” ujar Aunur Rafiq.(ham)

News Feed