by

7 Ribu Lebih WNI Dari Malaysia Menyebar di Rumah Penduduk Karimun

KARIMUN (HK)-Dilema bagi Pemkab Karimun. Disaat pelabuhan kapal penumpang seperti Dumai, Bengkalis dan dan Selatpanjang tutup, pelabuhan Karimun masih tetap buka. Warga negara Indonesia yang berada di Malaysia akhirnya pulang ke Karimun pasca pemberlakuan lockdown di negara setempat.

Gelombang besar WNI yang masuk ke Karimun tak terbendung. Ribuan WNI dari Malaysia asal sejumlah kabupaten/kota di Riau termasuk pulau Jawa akhirnya masuk ke Indonesia melalui Karimun. Sejak 17 Maret hingga 21 Maret 2020, mereka masuk ke Karimun dan menyebar di seluruh pulau di Karimun. Mereka saat itu nyaris tak terpantau.

Keberadaan mereka mulai jadi perhatian pemerintah, ketika 206 penumpang kapal terakhir dari Malaysia turun ke Karimun, Minggu, 22 Maret 2020. Mereka yang rata-rata warga Selatpanjang akhirnya tak bisa pulang. Sekitar dua jam, mereka berada di pelabuhan. Pemkab Karimun beserta stakeholder terkait dibuat panik. Mereka akhirnya diinapkan sementara di GOR Indoor di Jalan Poros.

Selama dipenampungan, kebutuhan makanan dan minuman warga tersebut ditanggung oleh pemerintah. Besok paginya, Senin, 23 Maret 2020 sekitar pukul 07.30 WIB sekitar 193 orang dipulangkan ke Selatpanjang menggunakan MV Dumai Line. Sebelum pulang, mereka telah diberi sarapan oleh pemerintah daerah.

Hari itu juga, Senin, 23 Maret 2020 Bupati Karimun menggelar rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun. Rapat tersebut dihadiri seluruh pimpinan FKPD Karimun, mulai dari Kapolres, Dandim dan Danlanal. Rapat juga dihadiri sejumlah kepala dinas, pimpinan rumah sakit, camat dan lurah.

Dalam rapat tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui kalau Pemkab Karimun ternyata belum siap dengan munculnya gelombang besar WNI yang masuk ke Karimun dari Malaysia. Aunur Rafiq menyebut, saat itu jumlah WNI yang masuk ke Karimun sebanyak 5.985 orang. Sekitar 4.500 orang merupakan warga Karimun.

Bupati Karimun, Rabu, 25 Maret 2020 sore menggelar rapat singkat dengan pengusaha dan juga Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Karimun di rumah dinasnya. Dalam rapat tersebut, Aunur Rafiq menyampaikan, hingga 25 Maret 2020, jumlah WNI yang masuk Karimun lebih dari 11 ribu orang. Sekitar 7 ribu lebih merupakan warga Karimun dan sekarang sudah menyebar di rumah penduduk.

Rapat tersebut dihadiri Ketua PSMTI Karimun, Eddy Asun didampingi wakilnya, Aleng. Rapat juga dihadiri perwakilan Apindo, Wiryanto serta dua orang anggota DPRD Karimun, Akam Herman dan Wiyono serta mantan anggota DPRD Karimun, Sujoko.

“WNI yang masuk Karimun dari Malaysia sejak tanggal 17 Maret lebih dari 11 ribu orang. Sebanyak 7 ribu lebih merupakan warga Karimun. Mereka sekarang sudah menyebar di 12 kecamatan di Karimun, paling banyak di Pulau Karimun, Buru dan Kundur,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq menjelaskan.

Tujuh ribu lebih warga Karimun itu sekarang sudah tinggal di rumah-rumah penduduk. Ada yang tinggal di rumah sendiri, sebagian lain menumpang di rumah keluarganya. Dengan jumlah tersebut, pemerintah tidak bisa melakukan karantina. Mereka hanya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Kalau di karantina, kita jelas tak mampu. Kita tidak memiliki tempat untuk menampung orang sebanyak itu. Jalan satu-satunya hanya dengan karantina mandiri di rumah masing-masing. Kami hanya bisa meminta kepada seluruh Ketua RT, RW maupun petugas kesehatan di Puskesmas untuk memantau,” jelas Rafiq.

Aunur Rafiq mengatakan, jika diantara WNI itu ada yang mengalami gejala demam, pilek dan batuk maka mereka akan masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP). Jika hasil pemeriksaan ternyata mereka mengalami pneumonia maka akan dilakukan pemeriksaan swab dan masuk dalam daftar pasien dalam pengawasan (PDP).

“Saat ini, jumlah ODP saat ini tercatat 274 orang, selesai pemantauan 27 dan dalam proses 247 orang. Sementara, pasien dalam pengawasan 6 orang, selesai pengawasan 5 orang dan dalam proses 1 orang. Lab/spesimen 8 orang. Pasien positif 1 orang dan yang meninggal pasien dalam pengawasan 1 orang,” pungkasnya.(ham)

News Feed